Status Geopark, Hilangkan Stigma Tambora Daerah “Buangan”

dok. aktualita AKTUALITA.INFO , Bima - Gunung Tambora telah ditetapkan sebagai Geological Park (Geopark) yang diartikan sebagai Taman...

dok. aktualita

AKTUALITA.INFO, Bima - Gunung Tambora telah ditetapkan sebagai Geological Park (Geopark) yang diartikan sebagai Taman Geologi atau Taman Bumi.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, telah menerima sertifikat atau pengakuan Gunung Tambora sebagai Geopark yang diserahkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, akhir 2017 lalu.

“Pengakuan status ini (Geopark) diharapkan dapat merubah stigma Tambora bukan lagi sebagai daerah ‘buangan’ yang terbangun selama ini, karena letaknya daerah terpencil,” kata Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Drs. H. Muzakir M.Sc., di kantornya belum lama ini.

Menurutnya, dengan peningkatan status tersebut anggaran yang digelontorkan juga tidak sedikit. Muzakkir mengatakan pada tahun 2017 lalu, pengembangan dan penataan Tambora hanya berkisar Rp2 miliar. “Tapi tahun 2018 sekarang sudah naik dari Rp8 miliar hingga Rp12 millar,” sebutnya.

Menurut Muzakir, anggaran dari pemerintah pusat tersebut sedianya akan dipergunakan untuk penataan seluas 71 ribu hektare kawasan Geopark. Baik yang berada di wilayah Kabupaten Dompu maupun Kabupaten Bima. “Apa saja yang ditata, ada bermacam-macam. Mulai pemberdayaan dan infrastruktur hingga jalur pendakian,” katanya.

Sementara penataan dan pengembangan di luar area kawasan Geopark. Pemerintah Kabupaten Bima dan Dompu serta Provinsi dengan sistem keroyokan. Mengingat di Tambora terdapat kewenangan Provinsi melalu KPH dan Pemerintah Daerah.

“Yang jelas di luar Geopark akan ditata Pemprov dengan Pemda. Karena di dalam kawasan Geopark kewenangan pusat,” jelasnya.

Khusus Pemerintah Kabupaten Bima sendiri, lanjut Muzakir, telah menggelontorkan anggaran Rp10 miliar untuk penataan di Tambora pada tahun 2018. Terutama penataan infrastruktur jalan dan peningkatan SDM. “Kita tata dan kembangkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Penataan tersebut antara lain pembangunan jembatan dan pengaspalan jalan secara berkala. Kemudian pembangunan sebuah museum kerajaan yang hilang di sekitar kawasan Tambora, hingga menjadi Kampung Kopi di Desa Oi Bura dan Kampung Budaya. “Yang jelas konsep ini tidak terlepas dan peranan grand desain besar SAMOTA (Saleh, Moyo dan Tambora yang arah pengembangan wisata di Pulau Sumbawa,” terang Muzakir.

Dia menambahkan, apabila SDM baik dan ditunjang sarana infrastruktur yang memadai, para wisatawan yang berkunjung dari Bali dan Lombok menuju pulau Komodo bisa mampir di Tambora, walaupun hanya beberapa jam. “Ini targetnya ke depan. Tentunya akan berimbas langsung kepada masyarakat Tambora,” ujar Muzakir.

[aktualita.04]

Related

Pemerintahan 8811299228728395757

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item