Tekan Harga Cabai, Pemkab Bima Siapkan Lahan Kering 50 Hektare

Seorang pedagang cabai di Pasar Ama Hami Kota Bima sedang melayani pembeli. [yudha] AKTUALITA.INFO , Bima – Pemerintah Kabupaten Bima...

Seorang pedagang cabai di Pasar Ama Hami Kota Bima sedang melayani pembeli. [yudha]

AKTUALITA.INFO, Bima – Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan 50 hektare lahan kering untuk ditanami cabai dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar tahun 2017. Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan harga cabai di daerah itu yang masih tinggi.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Syahrial SP mengatakan, lahan seluas 50 hektare untuk ditanami salah satu kebutuhan pokok itu tersebar pada sejumlah Kecamatan. "Dari 50 hektare yang kita siapkan untuk ditanami cabai ini terdiri dari lahan perkebunan dan pekarangan rumah warga. Sementara kesiapan kita saat ini sedang mendata calon lahan," kata Syahrial kepada wartawan, Sabtu, 11 Maret 2017.

Menurut Syahrial, dengan adanya pemanfaatan lahan kering itu bisa menurunkan harga cabai di wilayah setempat. "Kalau lahan seluas 50 hektare itu sudah ditanami, maka kebutuhan masyarakat akan cabai bisa terpenuhi dengan harga yang relatif murah. Karena itu, selain di kebun, tiap pekarangan rumah harus ada tanaman cabai," kata dia.

Ia mengatakan, harga cabai di Bima saat ini masih berkisar Rp 150.000- 165.000 per kilogram. Menurut dia, kenaikan harga cabai itu disebabkan pasokan kurang. Sementara permintaan masih tinggi. "Insya Allah, jika program kita sukses ditahun ini, maka pasokan cabai di Bima akan bertambah. Hargapun menurun," ujarnya.

Dia berharap perencanaan yang dibuat oleh Dinas Pertanian ini bisa terealisasi secepatnya. "Tahun ini lokasinya merata disemua kecamatan, salah satunya di Kecamatan Woha dan Sape sebagai sentra produksi cabai," pungkas Syahrial.

[syf]

Related

Pemerintahan 6978063028623417129

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item