Diare dan Ispa, Sebab Utama Kekurangan Gizi pada Anak

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , Bima – Salah satu penyebab langsung kekurangan gizi pada anak yaitu penyakit diare dan Ispa (infeksi saluran...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, Bima – Salah satu penyebab langsung kekurangan gizi pada anak yaitu penyakit diare dan Ispa (infeksi saluran pernapasan). Bahkan Diare dapat menyebabkan kematian. “Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gizi buruk,” ujar Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Tita Masithah MSi, Rabu (31/8).

Sedangkan faktor ekonomi, kata Tita, PKK Desa dan PKK Kecamatan sudah menyediakan alternatif makanan yang dapat dijangkau dan dapat diolah, serta mudah diterima oleh anak.

Tita Masithah
“Ketersediaan beras cukup, kemudian sayur dan buah lokal itu mudah dijangkau, kemudian daerah pesisir ketersediaan ikan sangat cukup. Hanya saja yang penting bagi para ibu, pendidikannya dalam mengolah makanan tersebut agar anak-anaknya tidak bosan dan kesadarannya untuk selalu menyediakan waktu menyuapi dan memberi makan anak,” terangnya pada aktualita.info di ruang kerjanya.

Tita mengatakan, biasanya anak-anak yang usianya di bawah satu tahun yang dirawat. Biasanya, usia tersebut tidak eksklusif, terlalu cepat diberi makan. Anak yang usia satu tahun, hanya ASI yang cocok diberikan. “Kalau diberi nasi pada anak yang usianya di bawah satu tahun itu tidak cocok, karena lambungnya masih lemah,” tuturnya.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi terjadinya gizi buruk, pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan masyarakat. Dalam rangka memberikan pengetahuan tentang gejala terjadinya gizi buruk dan cara menanggulanginya.

“Kerja teman-teman di lapangan dalam memberikan pengetahuan sudah cukup baik. Ibu-ibu sudah menyadari bahwa ASI eksklusif itu penting, sehingga anak-anak di bawah enam bulan sudah pasti sehat tidak ada yang kurang gizi,” jelasnya.

Kekurangan gizi pada anak di bawah enam bulan, kata dia, sudah pasti diakibatkan oleh kurangnya ASI eksklusif. Karena hanya ASI yang bisa membuat anak tumbuh dengan baik sampai umur enam bulan. “Kalau sudah diatas enam bulan ASI bisa didampingi dengan makanan, tetapi makanan yang cukup, seperti susu, kacang, telur, dan umbi-umbian,” ujarnya.

Mengenai sosialisasi dan bantuan makanan pada anak gejala gizi buruk, Tita mengatakan, hal itu sudah dilakukan. Seperti klinis dan itu harus dirujuk dalam keadaan sakit. Hal itu dilakukan setiap kali ditemukan anak yang mengalami gizi buruk. Karena pelayanan posyandu setiap bulan.

“Deteksi dini mestinya dilakukan di Posyandu untuk melakukan penimbangan berat badan setiap bulannya. Kalau berat badannya turun dan sakit, iya otomatis dia kurang gizi,” tuturnya.

Dalam hal ini menurutnya, mental dan pendidikan pengetahuan harus diberikan. Sesuai dengan komitmen Pemerintah Daerah sudah sangat baik untuk Kabupaten Bima. “Makanya Bupati Bima mendapat penghargaan percepatan penurunan gizi buruk,” pungkas Tita.

[Moen]

Related

Ragam 7350027588250778292

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item