Dua Tahun Idap Kanker di Wajah, Kondisi Nenek ini Memprihatinkan

AKTUALITA.INFO , Dompu - Jahora (70 tahun), warga Dusun Wawonduru Barat, Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar...

AKTUALITA.INFO, Dompu - Jahora (70 tahun), warga Dusun Wawonduru Barat, Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dua tahun terakhir menderita kanker di bagian wajah.

Keterangan dari pihak keluarga, kanker yang menggerogoti nenek miskin yang bekerja memenuhi kebutuhan hidup sebagai buruh tani, berawal ketika dirinya mencuci wajah sepulang dari sawah.Saat mencuci wajah, bagian mata nenek tiga anak yang hidup miskin itu, tergores oleh cincin yang dipakainya. Cincin tersebut merupakan pemberian sang suami yang ditemukan di daerah persawahan yang tidak jauh dari rumahnya.

Jahora, pengidap kanker di wajah.
Goresan di bagian mata akibat cincin tersebut, dibiarkan begitu saja karena dianggap penyakit biasa. Namun, lama-kelamaan bagian mata dan muka Jahora terus membengkak hingga kondisinya sangat memprihatinkan. Karena dari keluarga tidak mampu, Jahora tidak mampu untuk berobat ke Puskesmas atau RSUD.

Sebulan belakangan, Jahora mendapat pendampingan dari Yayasan We Save melalui Panti Asuhan Lembo Ade, yang membantunya untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Menurut Anshor Zen, Humas Yayasan We Save dan Sekertaris Panti Asuhan Lembo Ade, pihaknya berupaya membantu Jahora sebagai rakyat Indonesia yang wajib mendapatkan keadilan sosial sesuai Pancasila sebagai dasar negara. Upaya tersebut diambilnya karena tidak ada penanganan istimewa dari pemerintah. 

"Penyakit Nenek Jahora hanya ditangani pemebersihan saja oleh pihak Binkesmas dari Dinas Kesehatan Dompu. Sebenarnya sudah mengetahui hal demikian, namun tidak ada pengobatan lanjutan. Mereka hanya melakukan pembersihan secara terus-menerus," ungkap Anshor, Selasa malam (28/6).

Selain itu, kata Anshor, ketidakpedulian pemerintah tercermin dari pihak kepala Desa Wawonduru yang tidak merespon sama sekali penderitaan Jahora. "Hanya kepala Dusun Wawonduru Barat yang memfasilitasi pertemuan kami dengan pihak keluarga Nenek Jahora," katanya.

Diakuinya, meskipun yang diderita Jahora telah diketahui oleh pihak DPRD Dompu, namun sampai hari ini belum ada bantuan yang diberikan. Begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten Dompu. "Kami mengetuk hati para dermawan, karena Nenek Jahora harus sembuh. Penyakitnya harus diangkat," ujar Anshor.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan, mengaku bahwa pihaknya baru mengetahui penyakit yang diderita Jahora. "Iya kami baru mengetahuinya, dan mungkin yang bersangkutan sudah pernah berobat ke Puskesmas," katanya Rabu (29/6).

Gatot mengatakan, jika Jahora memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), sudah pasti dijamin pengobatan penyakitnya. Dengan Kartu KIS, sebenarnya sudah difasilitasi dan dijamin, hanya saja Jahora atau keluarganya tidak mau atau keberatan dirujuk ke Mataram karena mungkin tidak ada keluarga yang temani dan faktor biaya keluarganya. "Kalau berobat dijamin, sementara keluarganya kan nggak dijamin," pungkas Gatot.

[yani]

Related

Sosbud 1983360174409859031

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item