Wujudkan Kota Bima Bebas Narkoba, Perlu Pemberdayaan Masyarakat

Rakor P4GN di aula kantor Pemkot Bima, Jumat (13/5) AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA - Untuk mewujudkan Kota Bima bebas dari pengaruh Narkoba,...

Rakor P4GN di aula kantor Pemkot Bima, Jumat (13/5)
AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA - Untuk mewujudkan Kota Bima bebas dari pengaruh Narkoba, diperlukan kepedulian seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) merupakan salahsatu upaya strategis agar Kota Berteman benar-benar bersih dari barang haram tersebut.

Demikian pengantar Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bima, Drs Abdul Wahid, dalam rapat koordinasi (Rakor) strategi mewujudkan wilayah bebas narkoba di Kota Bima, Jumat (13/5). Rakor di Aula Kantor Pemkot Bima tersebut, dibuka oleh Sekda Ir Muhammad Rum dan dihadiri berbagai unsur terkait. Diantaranya Kepala Sat Narkoba Polres Bima Kota, BNNK Bima, Perwakilan Kodim 1608 Bima, lurah se-Kota Bima, tokoh agama, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Rakor sekaligus sosialisasi P4GN ini dimaksudkan untuk menjadikan Lurah, Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat dan masyarakat umum agar peduli dengan permasalahan Narkoba. “Diharapkan dari rapat ini akan terbentuk Satgas untuk memudahkan pengawasan di wilayah masing-masing,” terang Wahid.

Dikatakannya, TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah menjadi fasilitator dalam upaya mewujudkan wilayah berbas narkoba. Dengan tetap menggandeng stakeholder yang lainnya dibantu partisipasi dan kemandirian masyarakat. "Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya lingkungan bersih dari narkoba di wilayah Kota Bima,” kata Wahid.

Sekda Kota Bima, Ir Muhamad Rum menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya kejahatan narkoba di Indonesia, baik penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Menurutnya, pengguna narkoba di indonesia mencapai 4,3 juta orang (2,2 persen) tahun 2015. “Setiap hari kurang lebih 50 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba,” sebutnya.

Belum lagi, lanjut Rum, kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp63 triliun. Meliputi kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan atau rehabilitasi, barang-barang yang dicuri, dan biaya operasional lainnya.

Rum menuturkan, pelaku penyalahgunaan narkoba saat ini bukan hanya dari kalangan dewasa. Namun juga dari kalangan remaja dan anak-anak. Mereka bukan saja berasal dari masyarakat berpendidikan rendah, tetapi juga kalangan masyarakat berpendidikan tinggi dari berbagai profesi. “Fenomena ini tentu mengancam masa depan generasi muda kita, karena dapat menimbulkan efek jangka panjang,” tuturnya.

Ia mengungkapkan jaringan sindikat narkoba terus berkreasi dalam memasarkan narkoba dengan beragam produk seperti permen, parfum atau suplemen. Peredarannya sudah melalui layanan jual beli secara online sehingga dapat diakses oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja.

Menurut Rum, fakta tersebut menuntut kewaspadaan semua pihak untuk mewaspadai dan melindungi diri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat dari tipu daya kejahatan narkoba. “Oleh karenanya, upaya pencegahan dapat dimulai dari keluarga, pendidikan, tempat kerja dan lingkungan masyarakat,” jelasnya. 

[dien]

Related

Pemerintahan 4023948887934084402

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item