Komunitas Pramuka Peduli Lestarikan Hutan Mangrove

Komunitas Pramuka Peduli dalam kegiatan pelestarian hutan mangrove di Desa Jala. Foto: rief AKTUALITA.INFO, BIMA – Upaya pelestarian ke...

Komunitas Pramuka Peduli Ajak Lestarikan Hutan Mangrove
Komunitas Pramuka Peduli dalam kegiatan pelestarian hutan mangrove di Desa Jala. Foto: rief
AKTUALITA.INFO, BIMA – Upaya pelestarian kerusakan hutan mangrove tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga dilakukan oleh masyarakat. Seperti yang dilakukan Komunitas Pramuka Peduli Kabupaten Bima di kawasan hutan mangrove Desa Jala, Kecamatan Monta, Sabtu (26/3).

Laskar Praja Muda Karana besutan Arief Rachman itu, turut berpartisipasi membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Khususnya ekosistem hutan mangrove di Desa Jala dengan metode konservasi dan sosialisasi. "Mulai hari ini, adik-adik harus menjadi duta terdepan melestarikan keberadaan mangrove," kata Arief Rachman, saat memberikan materi belajar bersama alam kepada anggota Pramuka calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2016 di Desa Jala, Sabtu (26/3).

Arief yang didampingi Harby Toto dan Haerudin, Satgas Komunitas Peduli Kecamatan Parado dan Monta, memaparkan manfaat dan fungsi hutan mangrove secara fisik kepada calon peserta Jamnas. Hutan mangrove atau disebut juga hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau, yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

“Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu,” jelasnya.

Menurut Arief, ekosistem hutan bakau bersifat khas. Baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah, salinitas tanahnya yang tinggi, serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. “Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi,” paparnya.

Manfaat dan fungsi hutan mangrove secara fisik, terang Arief, antara lain penahan abrasi pantai, penahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, dan penambat bahan-bahan pencemar (racun) di perairan pantai. Manfaat dan fungsi hutan bakau secara biologi antara lain tempat hidup biota laut, sumber makanan bagi spesies-spesies yang ada di sekitarnya, dan tempat hidup berbagai satwa lain semisal kera, buaya, dan burung.

Selain itu, hutan mangrove memiliki manfaat dan fungsi secara ekonomi. Antara lain tempat rekreasi dan pariwisata, penghasil bahan pangan (seperti ikan, udang, kepiting, dan lainnya), dan bahan penghasil obat-obatan seperti daun bruguiera sexangula yang dapat digunakan sebagai obat penghambat tumor. “Juga menjadi sumber mata pencarian nelayan penangkap ikan dan petani tambak,” sebut Arief.

Karena manfaatnya itu, pemerintah telah menerbitkan Keppres Nomor 32 Tahun 1990 tentang konservasi hutan mangrove. Arief mengajak Pramuka calon Jamnas agar mulai saat ini, menjaga kelestarian hutan mangrove. "Mulai hari ini Komunitas Pramuka Peduli mengajak adik-adik untuk melindungi hutan mangrove," pungkas Arief.

[yudha]

Related

Sosbud 4494962112096258533

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item