Seminar Pendidikan, Generasi Berkarakter untuk Masa Depan Bangsa

Seminar Pendidikan BEM STKIP Bima. Foto: rul AKTUALITA.INFO, BIMA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Bima menggelar Seminar Pendid...


Seminar Pendidikan BEM STKIP Bima. Foto: rul
AKTUALITA.INFO, BIMA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Bima menggelar Seminar Pendidikan Nasional, Sabtu (28/11). Kegiatan yang bertemakan ‘Implementasi Kurikulum 2013 terhadap Profesionalisme Guru Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)’, menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya. Yakni, Prof Dr Jasruddin Msi (Direktur Pascasarjana UNM Makassar) dan Dr H Darwis Msi (Dosen Kopertais Willayah VIII).

Pentingnya seminar pendidikan tentang kurikulum dan profesionalisme guru, maka guru harus bisa memahami cara mengajar yang baik serta mampu melaksanakan tuntutan kurikulum secara utuh. “Kurikulum sangat penting dipahami oleh pendidik (guru), kesuksesan pendidikan sangat ditentukan oleh pola pengajar guru. Sehingga melahirkan generasi (siswa) yang mampu menciptakan karya yang bermutu nantinya,” jelas Ketua BEM STKIP Bima, Haerul.

Ketua STKIP Bima, Drs Mustamin MSc berpandangan, kurikulum kita masih sulit dipahami oleh tenaga pengajar (guru/dosen). Di indonesia sendiri sudah tujuh (7) kali perubahan kurikulum pendidikannya.
“Kurikulum kita masih ribet, apalagi kurikulum tahun 2013 yang terbaru. Banyak kalangan yang belum paham bagaimana implementasinya dan seperti apa targetnya ke depan. Hal seperti ini akan semakin membuat guru-guru pusing,” ujarnya.

Masalah lain yang sedang dihadapi oleh perguruan tinggi, selain ribetnya kurikulum yang terus berubah, yakni persoalan aturan terkait rasio dosen dan mahasiswa. Aturan tersebut dinilai merugikan perguruan tinggi swasta. “Selain kurikulum yang kita kritisi, aturan rasio dosen dan mahasiswa sangat membunuh kampus swasta,” kata Mustamin.

Seiring dengan kemajuan jaman, menuntut sistem pendidikan merumuskan kurikulum yang bisa melahirkan generasi yang kreatif. Di era masyarakat ekonomi asia (MEA) kini kreatifitas menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan. Walau banyak pihak yang mengeluhkan terkait kurikulum yang sering berubah dan muatannya sulit dipahami oleh guru.

Narasumber dalam kegiatan itu, Prof Dr Jasruddin MSi berpendapat, pada intinya kurikulum yang dibuat selama ini secara konsep cukup baik. Namun ketika diimplementtasikan banyak kendala yang dihadapi oleh para guru. Kendala tersebut disebabkan oleh kurangnya tahap sosialisasi dan pelatihan.

“Semua rumusan kurikulum memiliki cita-cita untuk melahirkan generasi kita bisa dipakai di negara sendiri. Tetapi penerapannya banyak kendala, minimnya sosialisasi dan pelatihan. Masa guru yang mengajar tiap hari hanya pelatihannya sekali setahun, sementara pegawai perusahan dilatih sekali dalam tiga bulan. Kalau ini terus dilakukan oleh pemerintah, wajar lambat majunya pola pikir seorang guru,” terangnya.

Kehadiran kurikulum tahun 2013 (K13) yang masih simpangsiur dalam konteks pemahaman, tetapi ada hal yang sungguh bernilai untuk diperhatikan. Hal tersebut tentang pendidikan yang berkarakter, sehingga melahirkan generasi yang berkarakter.

“Generasi yang berkarakter sangat ditentukan oleh guru yang berkarakter. Iya, tak bisa diharapkan generasi yang cerdas jika gurunya kurang pintar. Generasi yang berkarakter setidaknya mereka memahami kultur bangsanya, mengenal sejarah daerahnya, dan menjunjung tinggi nilai yang ada. Maka ke depannya yang harus diperbaiki kualitas gurunya dan mampu menjalankan tugas secara profesional,” jelas Jasruddin.

Di tengah-tengah banyaknya masalah yang dihadapi oleh dunia pendidika, maka perlu diprioritas keberadaan guru. Guru merupakan tenaga yang memproduksi generasi emas nantinya, generasi yang berkarakter untuk masa depan bangsa.

“Guru yang baik bukan guru yang pintar di depan kelas, tapi guru yang mampu menginspirasikan siswa agar terus belajar. Selama ini pendidikan kita, sukanya belajar sedikit dari yang banyak. Itu bedanya dengan pola pendidikan di luar, mereka belajar yang banyak dari yang sedikit. Sekarang kita harus merubah kalau mau mewujudkan pendidikan yang bermartabat dan generasi yang kompeten dan berdaya saing,” pungkas Jasruddin.

[rul]

Related

Pendidikan 2133402603875276906

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item