Bupati Bima Serukan Jihad Perangi Narkoba

AKTUALITA.INFO , Bima – Peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, akhir-akhir ini sud...

AKTUALITA.INFO, Bima – Peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, akhir-akhir ini sudah sangat menguatirkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, untuk segera diatasi.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri
Menurut Bupati Indah, maraknya peredaran Narkoba sangat meresahkan masyarakat. Karena efek dari barang haram itu dapat merusak generasi penerus bangsa. “Peredaran Narkoba di tengah masyarakat akhir-akhir ini sangat menguatirkan. Kita tidak boleh menutup mata,” kata bupati saat melantik pejabat struktural dan fungsional di aula Kantor Pemkab Bima, Kamis, 3 Agustus 2017.

Ia menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bima agar proaktif melawan kejahatan Narkoba. “Saya mengajak kita semua untuk memberantas Narkoba demi generasi kita. Mari kita jihad memerangi Narkoba untuk mewujudkan Bima RAMAH (Religius, Aman, Makmur, Amanah, dan Handal) yang kita banggakan,” ajak Bupati Indah.

Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu merupakan tiga wilayah yang pengedarannya sangat luar biasa. Hal itu diungkap Kepala Badan Narkotika Nasiona Kabupaten (BNNK) Bima, AKBP H. Ahmad SH.

“Peredaran Narkoba jenis sabu di tiga daerah ini, memang sudah luar biasa. Ini akibat pengaruh dari pada perdagangan bebas, dimana lintas antar negara ini hampir tidak ada batasnya. Diantaranya China, Tiongkok, Singapore, philipina, India, Pakista dan Taiwan. Hasil tanaman obat di sana, itu dibawa dan kemudian dijual ke Indonesia,” Ahmad di kantor BNNK Kabupaten Bima belum lama ini.
Sementara perbatasan laut dengan Indonesia, diakuinya agak susah dijangkau oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah kewalahan atau kaget dengan masuknya Narkoba yang begitu banyak dan sering masuk ke Indonesia.

“Sehingga, Pemerintah Indonesia belum punya upaya, kecuali sekedar ngomong saja. Dan Indonesia, juga belum punya manusia yang mengawasi jalur masuknya Narkoba melalui laut, kendati kita mempunya TNI-AL yang masih terbatas. Dan di Bandara, tidak semua ada Bea Cukainya. Kecuali, di Bandara itu hanya ada orang-orang tertentu. Di Bandara kita juga, disinyalir Narkoba bisa masuk melalui jalur udara,” kata Ahmad.

Paket-paket Narkoba tersebut, jelas dia, tidak melewati pos pemeriksaan. Tetapi, paket tersebut disinyalir melalui oknum tertentu. “Dampaknya, juga merambah kita ke Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Sampai saat ini, peredaran Narkoba di tiga daerah ini masih ada,” akunya.

[yudha]

Related

Hukrim 1978665816435031066

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item