BNNK Akui Peredaran Narkoba di Bima dan Dompu Sudah Sangat Luar Biasa

Kepala BNNK Bima, AKBP H. Ahmad. AKTUALITA.INFO , Bima – Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, merupak...

Kepala BNNK Bima, AKBP H. Ahmad.

AKTUALITA.INFO, Bima – Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, merupakan tiga wilayah pengedaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) yang sudah sangat luar biasa. Hal itu diungkap Kepala Badan Narkotika Nasiona Kabupaten (BNNK) Bima, AKBP H. Ahmad SH.

“Peredaran Narkoba di tiga daerah ini, memang sudah luar biasa. Ini akibat pengaruh dari pada perdagangan bebas, dimana lintas antar negara ini hampir tidak ada batasnya. Diantaranya China, Tiongkok, Singapore, philipina, India, Pakista dan Taiwan. Hasil tanaman obat di sana, itu dibawa dan kemudian dijual ke Indonesia,” Ahmad di kantor BNNK Kabupaten Bima belum lama ini.

Sementara perbatasan laut dengan Indonesia, diakuinya agak susah dijangkau oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah kewalahan atau kaget dengan masuknya Narkoba yang begitu banyak dan sering masuk ke Indonesia.

“Sehingga, Pemerintah Indonesia belum punya upaya, kecuali sekedar ngomong saja. Dan Indonesia, juga belum punya manusia yang mengawasi jalur masuknya Narkoba melalui laut, kendati kita mempunya TNI-AL yang masih terbatas. Dan di Bandara, tidak semua ada Bea Cukainya. Kecuali, di Bandara itu hanya ada orang-orang tertentu. Di Bandara kita juga, disinyalir Narkoba bisa masuk melalui jalur udara,” kata Ahmad.

Paket-paket Narkoba tersebut, jelas dia, tidak melewati pos pemeriksaan. Tetapi, paket tersebut disinyalir melalui oknum tertentu. “Dampaknya, juga merambah kita ke Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu. Sampai saat ini, peredaran Narkoba di tiga daerah ini masih ada,” akunya.

Berdasarkan informasi yang dia terima melalui mantan-mantan pengguna maupun bandar Narkoba menyebutkan, ada oknum-oknum dari aparat BNN dan lainnya yang diduga ikut bermain di dalamnya. Akibatnya, pemberantasan Narkoba secara tuntas menjadi agak susah.

“Oleh karenanya, kedepan kita harapkan agar Polisi, TNI dan aparatur sipil lainnya mau membersihkan diri. Minimal mereka harus mau dites urine. Jika mereka terlibat Narkoba, kami harapkan kepada masing-masing pimpinannya untuk memberikan tindakan tegas. Kalau yang di TNI dan Polri, jika menemukan adanya oknum yang menggunakan Narkoba harus dipecat,” saran Ahmad menegaskan.

Sementara hingga saat ini, diakuinya belum ada tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak TNI maupun Polri terhadap oknum anggota yang terlibat dalam kasus Narkoba. “Kalau di Polri, di Bima baru satu orang oknum anggotanya yang dipecat karena Narkoba. Itu berlaku di Polres Bima Kabupaten. Kkalau di Polres Bima Kota ya belum ada. Oleh sebab itu, kedepan harus ada tindakan tegas terhadap anggota-anggota kita atau aparat hukum yang ada di lapangan jika ditemukan terlibat dalam kasus Narkoba,” ujar Ahmad. 

[israt]

Related

Hukrim 5388293206604007717

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item