Gas Elpiji 3 Kg Setiap Pangkalan di Bima Selalu Kosong?

  Armada pengangkut gas elpiji milik PT Indah Bima Gemilang yang disiapkan untuk pendistribusian ke setiap pangkalan pengecer. Aktualita, Ko...

 

Armada pengangkut gas elpiji milik PT Indah Bima Gemilang yang disiapkan untuk pendistribusian ke setiap pangkalan pengecer.
Aktualita, Kota Bima - Ketersediaan gas elpiji (LPG) 3 Kg selalu kosong di tingkat pangkalan pengecer di Kota Bima. Kekosongan gas elpiji bersubsidi pada sejumlah pengkalan pengecer ini, diduga karena jumlah gas elpiji yang didistribusikan pihak agen ke pangkalan sangat minim sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Menanggapi hal itu pihak agen gas elpiji wilayah Bima melalui Direktur PT Bima Indah Gemilang, Agus Rusmanto, mengatakan, stok gas elpiji 3 kg di Kota dan Kabupaten Bima dalam kondisi aman, tidak terjadi kelangkaan. 

Diakuinya, akhir-akhir ini memang terjadi kekosongan beberapa hari gas elpiji 3 kg subsidi di tingkat pangkalan pengecer disebabkan karena tingginya daya konsumsi masyarakat. Kondisi demikian merata terjadi di Bima maupun Dompu karena akhir-akhir ini permintaan meningkat. 

"Dari pihak kami sebagai agen penyalur gas, jumlah stoknya tetap dan tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Artinya jumlah gas elpiji yang disalurkan pemerintah ke agen itu jumlahnya tetap. Hanya permintaan di tingkat masyarakat yang meningkat," katanya di kantor agen setempat, Jumat, pekan lalu (15 Juli 2022).

Agus mengakui jika dahulu pihak agen menyalurkan gas elpiji 3 kg pada setiap pangkalan pengecer dengan jumlah sesuai permintaan pangkalan. Karena kondisinya saat itu daya jual elpiji 3 kg kurang laku atau permintaan masyarakat yang minim. 

Selain itu, ada beberapa pangkalan yang daya serapnya berkurang. "Ada juga pangkalan yang benar-benar jalankan usahanya dan sangat laku, sehingga kita drop banyak saat itu,' akunya. 

Di tingkat pangkalan pengecer, sambung Agus, sebenarnya tidak terjadi pengurangan jatah dari pihak agen. Hanya saja, karena sekarang permintaan masyarakat tinggi dan aktif kembalinya beberapa pangkalan pengecer. "Dengan kondisi seperti itu, pangkalan pengecer merasa berkurang jatahnya, padahal tidak," tandasnya.

"Dulu ketika jumlah permintaan meningkat ketersediaan elpiji kurang. Sekarang ketika gasnya laku, pangkalan pengecer menyalahkan kita pihak agen," tambah Agus.

Saat ini jatah setiap pangkalan pengecer rata-rata 60 hingga 70 tabung, didroping satu kali dalam seminggu. Jumlah pangkalan pengecer di Kota Bima lebih kurang 320 pangkalan, di Kabupaten Bima sekitar 400 pangkalan pengecer.

Harga Eceran Tertinggi atau HET gas isi ulang (refil) di tingkat agen ke pangkalan tergantung radius atau jarak. Dari agen ke pangkalan dengan jarak 0-60 kilometer HET Rp.14.000 per tabung, Jarak 60-120 km HET Rp14.750 per tabung, jarak di atas 120 km HET Rp15.500 per tabung.

Jumlah penyaluran gas elpiji 3 kg dari agen ke pangkalan pengecer dalam 1 hari untuk kota dan kabupaten sebanyak 5-6 truk. Dalam1 truk isinya 560 tabung.

"Penyaluran stok gas elpiji dari pemerintah ke pihak agen tetap lancar dengan kuantitas yang sama. Waktu pengisian gas di SPBI juga berjalan seperti biasa, tidak ada masalah," pungkas Agus.

Sebelumnya, jatah gas elpiji 3 kg untuk setiap pangkalan pengecer dari agen dikeluhkan para pemilik pangkalan di Kota Bima. Jika sebelumnya di drop tidak terbatas, namun sekarang dibatasi 60 tabung per pangkalan. Kondisi tersebut membuat gas elpiji di pangkalan pengecer selalu kosong.

[akt.01]

Related

Ragam 4321969885384371615

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Ayo..! Ke TPS

ASN Netral..!

Comments

Recent

DAFTAR CALON.TETAP (DCT) DPRD KABUPATEN BIMA

item