Polsek Rasanae Timur Selidiki Jasad Diduga Orok Manusia yang Ditemukan Warga Lampe

Petugas Polsek Rasanae Timur sedang memeriksa TKP penemuan diduga orok bayi. Aktualita, KOTA BIMA - Seorang warga Kelurahan Lampe, Kecamatan...

Petugas Polsek Rasanae Timur sedang memeriksa TKP penemuan diduga orok bayi.


Aktualita, KOTA BIMA - Seorang warga Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, Hamsyah (51 thn), menemukan segumpalan daging yang menyerupai orok manusia di jalan lintas Bima-Sape, Rabu (12/1).

Jasad yang diduga orok bayi tersebut, kemudian dikuburkan oleh Hamsyah di lokasi setempat.

Kasi Humas Polres Bima Kota, IPTU Jufrin, mengatakan, temuan Hamsyah tersebut dilaporkan oleh warga lain kelurahan setempat ke Polsek Rasanae Timur pada Sabtu (15/1), sekitar pukul 13.00 Wita.

Anggota Piket Polsek Rasanae Timur yang dipimpin Kanit Sabhara IPDA Ikhsam, langsung menuju lokasi temuan tersebut. Bersama Bhabinkamtibmas Lampe dan Hamsyah, Ipda Ikhsam dan anggota menggali kembali jasad yang diduga orok bayi.

Jufrin menjelaskan, berdasarkan informasi dari Hamsyah bahwa pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022, sekitar pukul 18.00 Wita, mendapat informasi dari Kasmir, warga Kelurahan Dodu melalui telpon seluler. 

Hamsyah lanjut dia, dikabari bahwa di Jalan Lintas Bima-Sape, tepatnya di Doro Mblo Kelurahan Lampe merasakan seperti ada bau bangkai manusia. "Setelah mendapat informasi itu, Hamsyah mendatangi lokasi dan menemukan ada segumpalan daging yang berdekatan dengan kantung platik warna merah dipinggir jalan. Hamsyah lalu menguburkan di dekat tiang telpon sedalam 20 cm," ungkap Jufrin.

Anggota Piket Polsek Rasanae Timur dipimpin Ipda Ikhsam, didampingi pegawai Puskesmas Rasanae Timur, Miftahul Furkan, dan warga setempat melakukan penggalian. "Hasilnya memang benar ada segumpalan daging yang dikubur 3 hari lalu sudah dalam keadaan hancur dan berulat serta berbau busuk," sebut Jufrin.

"Anggota Unit Reskrim Polsek Rasanae Timur kemudian mengamankan barang bukti yang diduga orok itu ke Mapolsek untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tambah dia.

[akt.02]

Related

Hukrim 6567644882931715480

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item