FPKT Kota Bima Kembali Bantu Warga yang Kesulitan Air Bersih

Warga Sarata Kelurahan Paruga mengambil air bantuan FPKT Kota Bima.{akt.ist] AKTUALITA.INFO , KOTA BIMA – Krisis air bersih pada se...

Warga Sarata Kelurahan Paruga mengambil air bantuan FPKT Kota Bima.{akt.ist]


AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA – Krisis air bersih pada sejumlah wilayah di Kota Bima mendapat perhatian dari Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kota Bima. Sejauh ini, FPKT Kota Bima telah menyalurkan air bersih bagi warga yang kesulitan mendapatkannya di sejumlah kelurahan.

Diantaranya Kelurahan Paruga, Tanjung, Dara, Melayu, Ule, Panggi, Rontu, dan Manggemaci. Masing-masing kelurahan disalurkan 2-3 tangki mobil atau sebanyak 8-12 ribu liter air bersih.

"Kita lihat sendiri tahun ini musim kemarau begitu panjang sehingga berdampak pada krisis air bersih bagi warga. Kami turut merasakannya,” kata Ketua FPKT Kota Bima, Dia Citra Pravitasari, saat menyalurkan 2 tangki air bersih bagi warga di Lingkungan Sarata RT17 RW06 Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Minggu sore (17/11)

Menurut Dita, panggilan akrabnya, kemarau panjang yang melanda Kota Bima dan sejumlah daerah lainnya salah satu penyebab warga kesulitan mendapatkan air bersih. Dia bersama FPKT telah memprogramkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama pada wilayah yang tidak memiliki sumber air bersih seperti di Sarata, Tanjung, Dara, dan Melayu.

“Khusus yang di Sarata ini merupakan kali yang kedua kami menyalurkan air bersih buat warga. Demikian juga sejumlah kelurahan lainnya, sudah dua kali kami salurkan," ujarnya.

Dita memastikan penyaluran air bersih kepada warga akan terus dilakukan hingga kondisinya benar-benar normal. Artinya, kondisi di mana warga sudah tidak sulit lagi mendapatkan air bersih. "Insya Allah kami akan bantu sebisanya,” tandasnya.

Kebahagiaan warga terlihat ketika menadah air bersih bantuan FPKT Kota Bima. Mereka antusias membawa ember dan jirigen. "Terimakasih sudah datang membawa bntuan air bersih buat kami," ungkap, Dul, warga Sarata.

Sebelumnya, warga Lingkungan Sarata, Dara, Tanjung, dan Melayu masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih yang dibawa dengan mobil pikap. Kalau tidak punya uang, demi mendapatkan air bersih, warga terpaksa antre mengambil air dalam got dari pipa yang bocor. Kondisi itu telah berlangsung sejak lama.

“Sudah lama sekali, setiap hari kami ambil di sini (got) karena tidak mampu beli air,” ujar Her, warga Lingkungan Sarata.

[akt.01]

Related

Sosbud 1221702876677042643

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item