Hujan Tak Menentu, Petani di Bima Dipastikan Gagal Panen

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , Bima – Akibat curah hujan yang tak menentu, membuat sebagian petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat...

Ilustrasi

AKTUALITA.INFO, Bima – Akibat curah hujan yang tak menentu, membuat sebagian petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dipastikan gagal panen. Akibatnya, petani meradang lantaran salah satu sumber pencaharian mereka seperti tanaman padi kini tak bisa diselamatkan.

Seperti yang dialami warga Desa Mpili, Kecamatan Donggo. Petani di kawasan tadah hujan itu mengeluhkan cuaca saat ini sangat panas. Bahkan hampir tiga pekan hujan tak turun, sehingga menyebabkan tanaman warga mengalami kekeringan. “Kami pastikan warga disini gagal panen, karena sudah 20 hari hujan tidak turun,”ungkap Kepala Desa setempat, Aksa kepada wartawan, Selasa, 7 Maret 2017.

Aksa mengaku, kondisi cuaca yang tak menentu terjadi sejak akhir Februari hingga awal Maret 2017. Akibatnya, tanaman padi di atas lahan seluas 10 hektar di wilayah itu telah menguning dan mati.

“Saat ini padi rata-rata sedang mulai berbulir, tapi hampir 20 hari hujan tak kunjung datang. Makanya padi menguning dan mati, bahkan sebagian besar sudah rata dengan tanah. Ini jelas gagal panen karena kurangnya curah hujan, sehingga warga kekurangan kebutuhan pokok,” tutur Aksa.

Meskipun putus asah, kata Aksa, warga setempat masih mempunyai harapan karena masih ada tanaman jagung yang terlihat tumbuh subur. “Alhamdulillah, kekeringan hanya diperkebunan padi saja. Sementara jagung masih aman. Kebetulan jagung petani rata-rata sudah berbuah dan tidak terlalu berpengaruh dengan kondisi cuaca seperti saat ini,” kata Aksa.

“Tapi, warga juga berharap semoga cuaca selanjutnya segera membaik, sehingga panen jagung bisa memuaskan para petani,” harapnya.

Menurutnya hingga saat ini pihak memerintah terkesan masa bodoh terhadap kekeringan yang dialami para petani tersebut. “Padahal sudah kami laporkan ke petugas lapangan Dinas Pertanian, tapi sementara ini mereka belum juga turun,” ujar Aksa.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kala. Dari 30 hektar lahan perkebunan padi yang mengandalkan air hujan di desa itu setidaknya ada 30 persen yang mengalami gagal panen atau Puso.

“Hanya 70 persen tanaman padi yang berhasil dipanen, mereka ini beruntung karena menanam lebih awal. Sementara yang mengalami Puso, rata-rata menanam akhir Desember saat puncak musim hujan. Begitu cuaca tak menentu, padi yang berumur dua bulan lebih sudah layu dan mati,” kata Sekretaris Desa Kala, Wawan.

Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tani pada Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Bima, Ir Beni Akbar mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan soal kekeringan yang melanda warga di dua desa tersebut.

“Sejauh ini kami belum terima ada laporan soal kekeringan di Bima, terutama di Kecamatan Donggo. Kalau memang ada, kami minta Aparat Desa dan pihak Kecamatan segera melapor ke Dinas. Nanti kita tindaklanjut,” kata Beni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

[syf]

Related

Ragam 1329814607493222416

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item