Atasi Kelangkaan Pupuk, Bupati Dompu Minta Tambahan Kuota di Kementan

Bupati Dompu saat menanam benih padi sistem Jarwo dengan mesin transplanter. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Hari ini, Senin 6 Februa...

Bupati Dompu saat menanam benih padi sistem Jarwo dengan mesin transplanter. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Hari ini, Senin 6 Februari 2017, Bupati Dompu Drs H. Bambang M. Yasin, melawat ke Jakarta, untuk menemui pejabat Kementrian Pertanian guna meminta penambahan kuota pupuk bersubsidi yang dibutuhkan oleh petani.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu Ardiansyah, SE., langkah tersebut dilakukan mengingat akhir-akhir ini kerap terjadi kelangkaan pupuk. Bukan saja langka, namun harga sedikit mahal dari biasanya. "Kalaupun mahal bukan masalah, petani masih bisa membeli. Namun yang menjadi soal langka atau tidak ada," katanya.

Menurutnya, tidak dibenarkan juga kalau seandainya ada pupuk bersubsidi kemudian dijual dengan harga yang mencekik. "Itu tidak dibenarkan, karena para petani sudah mendapat subsidi dari pemerintah," terang Ardiansyah.

Ia juga menambahkan, selain meminta tambahan jatah pupuk bersubsidi, Bupati juga meminta sarana produksi pertanian untuk membantu para petani yang masih kekurangan teknologi pertanian.

Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukan, pupuk yang disubsidi oleh pemerintah seperti NPK Phonska, sering terjadi kelangkaan sehingga merugikan petani.

Dengan kelangkaan yang terjadi, para petani terpaksa menggunakan pupuk seadanya atau harus merogoh kocek sedikit lebih dari harga yang sudah ditentukan pemerintah. Kelangkaan pupuk yang terjadi karena luas areal tanaman melebihi dari jatah yang diberikan pemerintah pusat.

Selain itu, disinyalir pupuk yang sedianya hanya untuk dijual kepada para petani di Dompu, namun oleh oknum pengecer dijual ke daerah lain. Sehingga mengakibatkan berkurangnya jatah petani yang sebelumnya sudah ditentukan berdasarkan kelompok-kelompok tani.

Indikasi bahwa pengecer pupuk bersubsidi menjual pupuk ke daerah lain terjawab atas informasi dan fakta yang diberikan oleh seorang petani yang berdomisili di Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu. Dimana pada hari Kamis, 2 Februari 2017, dirinya menangkap basah dan berhasil memotret transaksi jual beli pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh sebuah toko pengecer di kelurahannya.

Saat itu pengecer tersebut diduga menjualnya ke Bima, karena pupuk diangkut menggunakan bus jurusan Dompu - Bima. "Saya pergok sendiri saat diangkut pakai bus jurusan Bima" kata sumber itu yang tidak ingin namanya dipublikasi.

Lantas diceritakan, selama ini dirinya kerap beradu mulut dengan pengecer dimaksud dikarenakan pupuk yang dijual selalu cepat habis. Padahal pemerintah sudah mengalokasikan sesuai kebutuhan petani di wilayah persawahan Bali Satu, yang dikelola kelompok tani.

[yani]

Related

Headline 7880737220923140319

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

HUT 22 TAHUN KOTA BIMA

item