Tentang Konsep Bima RAMAH, ini Kata Hamdan dan Farouk

Sejumlah pejabat dan tokoh nasional mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-376 Bima. [foto: bop] AKTUALITA.INFO , Bima – Konsep Bi...

Sejumlah pejabat dan tokoh nasional mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-376 Bima. [foto: bop]
AKTUALITA.INFO, Bima – Konsep Bima Relegius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal (RAMAH) dinilai positif oleh dua tokoh nasional asal Bima, Prof Dr Hamdan Zoelva SH MH dan Prof Dr Farouk Muhammad.

Menurut Hamdan, Bima yang terlanjur ‘divonis’ sebagai daerah yang rawan terjadinya konflik horisontal menjadi tantangan bagi Bupati dan Wakil Bupati Bima untuk menetralisasinya. Konsep RAMAH yang dicetus, merupakan salahsatu konsep yang efektif untuk mengatasinya.  “Saya kira konsep Bima RAMAH merupakan konsep efektif, sekaligus solusi untuk menghadapi Bima agar terus aman dari konflik ke depannya,” kata Hamdan usai menghadiri upacara Peringatan Hari Jadi ke-376 Bima, Kamis (21/7)

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, dengan pendekatan persuasif konsep Bima RAMAH diyakininya mampu mengatasi semua bentuk persoalan di Kabupaten Bima. Seperti konflik antar-kampung, ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya. “Yang paling penting, kebersamaan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Ini yang menjadi modal utama mengamankan Bima dari konflik-konflik seperti yang sering terjadi selama ini,” terangnya.

Hamdan menyarankan semua elemen masyarakat agar saling mengajak satu sama lainnya untuk membangun Bima dengan cinta damai. Masyarakat Bima, katanya, adalah masyarakat yang patuh dan sadar hukum. “Masyarakat Bima tidak bisa diajak keras, karena karakternya memang sudah seperti itu. Jadi melalui konsep RAMAH ini, mari kita sama-sama berdialog dan mendekatkan diri untuk suatu perubahan yang bermakna,” saran pria asal Kecamatan Parado Kabupaten Bima ini.

Ia juga menyarankan agar kepala daerah lebih meningkatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Harus sering turun di tengah masyarakat, agar bisa melihat sendiri yang dialami, dirasakan, dan diinginkan masyarakat.

Hamdan berharap, ke depan di Bima tidak lagi terjadi perang sosial seperti yang diberitakan selama ini. Masyarakat harus lebih mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan untuk memajukan Bima. “Jangan ada lagi ke luar di televisi nama Bima yang warganya tawuran,” katanya.

Senada dengan Hamdan, Wakil Ketua DPD RI Dapil NTB, Prof Dr Farouk Muhammad mengapresiasi konsep Bima RAMAH. “Intinya visi-misi Bima RAMAH sangat bagus karena mencangkup semua bidang. Sangat cocok dengan kondisi Bima saat ini,” katanya.

Mantan Gubernur PTIK ini optimis Kabupaten Bima akan lebih baik di bawah kepemimpinan Dinda-Dahlan (sapaan akrab Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima), karena mampu bersinergis dengan jajarannya. “Kami akan berusaha lebih keras lagi bersama tokoh Bima yang saat ini menempati posisi strategis di Pemerintah Pusat untuk membantu membangun daerah, selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak melanggar undang-undang,” terang Farouk.

[AL/alda]

Related

Sudut Pandang 1349668370739116883

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item