Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Bima Alami Gagal Panen

Ilustrasi AKTUALITA.INFO, BIMA - Belum selesai penanganan puluhan hektar lahan pertanian, yang terkena puso dan terancam gagal panen di...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, BIMA - Belum selesai penanganan puluhan hektar lahan pertanian, yang terkena puso dan terancam gagal panen di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, belum lama ini. Kini, beberapa wilayah di Kecamatan Soromandi juga dilaporkan mengalami gagal panen.

Penyebabnya, lahan pertanian di wilayah setempat mengalami kekeringan akibat kekurangan air dalam satu bulan terakhir. Cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan yang tidak menentu pula akhir-akhir ini, kemungkinan besar menjadi faktor utama gagal panen.

Camat Soromandi, Yusuf S.Sos mengatakan, ada sekitar 800 hektare lahan sawah tadah hujan di beberapa wilayah di Kecamatan Soromandi mengalami gagal panen. “Hujan yang tidak turun sejak satu bulan terakhir, membuat lahan warga kering sehingga mengalami gagal panen pada tahun ini,” katanya, Kamis (5/5).

Ia menyebutkan lahan pertanian yang mengalami gagal panen itu terjadi di Desa Wadukopa, Sebagian wilayah di desa Bajo, Kananta, dan Sampungu. Kerugian petani setempat diperkirakan mencapai miliaran rupiah. “Lahan yang paling parah di wilayah Sampungu. Namun kami telah melaporkan hal ini ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Disperta) Kabupaten Bima, belum lama ini agar segera ditindaklanjuti,” akunya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, H Sumarsono SH MH, yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui ada lahan pertanian warga yang mengalami gagal panen di wilayah kecamatan setempat. “Sampai sekarang belum ada laporan warga yang mengalami gagal panen,” katanya.

Sumarsono mengarahkan agar hal itu ditanyakan langsung pada dinas terkait. Kemungkinan menurutnya, dinas tersebut sudah menerima laporan yang dimaksud. “Soal gagal panen karena Puso di Langguddu dan di Kecamatan Soromandi kemungkinan sudah dilaporkan kepada dinas terkait. Sementara untuk kami belum ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperta Kabupaten Bima, Ir M Tayeb, mengaku belum mengetahui adanya informasi tersebut. Pasalnya hingga saat ini baik pemerintah desa, Kecamatan, maupun pihak UPTD belum memberikan laporan secara resmi kepada pihaknya. “Untuk di Soromandi kami belum ada laporan. Sementara di Langgudu hanya berupa informasi saja, tapi kami belum menerima laporan resmi,” akunya.

Jika informasinya demikian, Tayeb berjanji akan mengarahkan jajarannya untuk meninjau dan mengecek langsung ke lokasi. Selain itu, apabila telah menerima informasi dengan resmi secara tertulis, bahwa ada beberapa lahan pertanian yang terkena dampak bencana gagal panen, pihaknya akan segera menindaklanjuti. “Jika ada laporan resmi kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan dinas terkait guna memberikan tanggap darurat dan bantuan,” pungkasnya.

[dien]

Related

Headline 8062858456684495006

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item