Diduga Dianiaya Polisi, Petani Jagung Meninggal Setelah Koma Empat Hari

Ilustrasi penganiayaan AKTUALITA.INFO, DOMPU - Malang nian nasib Puasa (32 thn), Warga Dusun Saneo Dua, Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kab...

Ilustrasi penganiayaan
AKTUALITA.INFO, DOMPU - Malang nian nasib Puasa (32 thn), Warga Dusun Saneo Dua, Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Ia menghembuskan nafas terakhir setelah koma selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Petani jagung itu diduga dianiaya oleh oknum aparat Kepolisian.

Menurut keterangan Direktu RSUD Dompu, Diaz Indarko, Puasa mulai masuk dan ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat sejak Senin malam (2/5), sekitar pukul 22.00 Wita. Dikarenakan ruang IGD penuh, kemudian dipindahkan ke sal bedah Kamis dini hari (3/5) sekitar pukul 01.00 Wita. Setelah dirawat selama 4 hari, Puasa menghembuskan nafas terakhir pada hari Jumat (6/5) sekitar pukul 00.10 Wita.

Lanjut Diaz, sejak masuk RSUD, keluhan pertama pasien Puasa yakni terdapat luka robek di bagian Kepala. Kemudian, sejak mulai dan selama perawatan, pasien tersebut tidak sadarkan diri dan hanya ngorok saja, atau Puasa mengalami koma. “Tidak hanya itu, dalam keadaan koma tersebut, sesekali mengalami muntah-muntah, jelas.” Diaz.

Informasi yang dihimpun Aktualita, sebelum mengalami koma hingga menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bima, Puasa bersama rekannya Dedi berboncengan sepeda motor dari arah Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Senin malam (2/5) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu Puasa dan Dedi hendak pulang ke rumahnya, setelah mengambil uang hasil jualan jagung di salah satu gudang di Kecamatan Manggelewa.

Ketika sampai di perempatan Lampu Merah, Cabang Cakre, perbatasan antara Kelurahan Monta Baru dan Kelurahan Kandai Dua, Puasa diberhentikan oleh aparat keamanan yang sedang berjaga-jaga sekaligus melakukan rajia senjata api dan senjata tajam. Karena pada waktu itu terjadi bentrokan antara warga Kelurahan Kandai Dua dengan warga Lingkungan Renda, Kelurahan Simpasai di perbatasan timur Kelurahan Kandai Dua.

Melihat aparat yang sedang rajia, korban panik dan ketakutan. Kemudian korban langsung belok kiri ke arah Lingkungan Bali Bunga, Kelurahan Kandai Dua dengan kecepatan tinggi. Sekitar 50 meter dari lampu merah cabang cakre, korban menabrak tembok pagar dokter Alif.

Menurut pengakuan Dedi kepada keluarga korban, bahwa korban dianiaya oleh Polisi setelah menabrak tembok pagar dokter. Sementara Dedi sendiri mengalami luka di bagian perut.

Namun, dugaan penganiayaan sebagaimana diungkap oleh Dedi dibantah keras oleh Komandan Satuan Brimob Subden 3 Den A Kabupaten Dompu, IPTU Sudirman, selaku komandan rajia, ketika dihubungi pagi harinya. "Tidak ada penganiayaan yang dilakukan oleh anggota," tegas Sudirman.

Pada Rabu siang (5/5), keluarga korban melaporkan dugaan penganiayaan di Polres Dompu. Dan rencananya laporan juga akan dilayangkan ke Mabes Polri dan Komnas HAM. "Kami akan melaporkannya ke Mabes Polri dan Komnas HAM untuk menuntut keadilan," kata keluarga korbatand, Ilyas Ahmad.

Sebelum pemakaman pada Jumat (6/5), pukul 11.00 Wita, keluarga korban kembali mendatangi Polres Dompu mempertanyakan sikap dan tindak lanjut laporan yang sudah dilaporkan sebelumnya. Para keluarga korban langsung diterima oleh Kapolres AKBP Brury Soekotjo AP SIK.

Menjawab tuntutan keluarga korban Puasa, Brury menyampaikan bahwa kasus dugaan penganiayaan oleh anggotanya terhadap Puasa yang berujung maut sudah dilaporkan ke Polda NTB. Dan kasus akan ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan. “Kalau kami yang periksa, kami takut tidak dipercayai oleh anda semua (Keluarga korban, red),” ujar Kapolres meyakinkan keluarga korban.

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada warga agar tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang tidak jelas, yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kapolres berharap agar pihaknya diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan kasus Puasa secara tuntas. "Yakinlah bahwa kasus Puasa akan diselesaikan dengan tuntas," tegas Brury. 

[yani]

Related

Hukrim 5930789870161839721

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item