Harga Jagung Anjlok; Bupati Kecewa Terhadap Jokowi, PDIP Bersuara

  Ilustrasi petani jagung. Aktualita.info, DOMPU – Kekecewaan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, terhadap Presiden Jokowi mengen...

 
Ilustrasi petani jagung.
Aktualita.info, DOMPU – Kekecewaan Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, terhadap Presiden Jokowi mengenai harga jagung mendapat tanggapan dari Ketua PDIP Dompu, Imansyah Subari, SE. Partai besutan Megawati Sukarno Putri ini merupakan partai penyokong Jokowi sehingga terpilih menjadi kepala negara. (baca: Petani Jagung Pusing, Bupati Ungkapkan Kekecewaannya)

Imansyah mengatakan, pengaruh impor terhadap anjloknya harga jagung di Dompu harus dikaji ulang. Karena menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, komoditas Jagung juga di impor oleh pemerintah, namun harganya tetap stabil. “Sejauhmana pengaruh impor terhadap anjloknya harga Jagung maka harus diteliti dulu,” katanya, Rabu 10 Juni 2015. 

Dia mengaku sangat paham dengan masalah Jagung, karena pernah menggeluti bidang usaha tersebut. Jika saat ini terjadi penurunan harga Jagung, maka pemerintah bisa melakukan intervensi pasar. Imansyah sepakat jika harga jagung di bawah kendali Perum Bulog (Badan Urusan Logistik). 

Menurut Imansyah, selaku kepala daerah yang juga menandatangani harga pokok jagung, Bupati harus memberikan solusi. Jika ada disparitas harga, maka pemerintah daerah dan pusat harus bertanggungjawab. “Pihak Bulog sebagai perusahaan pemerintah juga harus menjawab. Terjadinya perbedaan harga dari penetapan pemerintah adalah permainan pasar,” katanya. 

Imansyah menambahkan, harga jagung saat ini di tingkat petani sekitar Rp1.700/kg sampai Rp1.800/kg untuk Jagung kering. Sementara Jagung basah sekitar Rp1.400/kg. “Dalam konteks itu, pemerintah harus mengintervensi, dari pusat maupun daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin, kecewa terhadap Presiden Jokowi terkait kebijakan import jagung. Kekecewaannya itu disampaikan dalam sambutannya saat pelantikan pengurus Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) Kabupaten Dompu periode 2015-2020, bertempat di Paruga Samakai Dompu, Selasa 9 Juni 2015.

Bupati merasa kecewa terhadap Presiden, karena telah membuka kran impor sehingga harga jagung anjlok. Selain itu, tidak kunjung direalisasikannya janji Jokowi dalam penetapan harga pokok jagung sebagaimana yang dijanjikan pada saat panen raya 11 April lalu di Desa Kamapsi Meci, Kecamatan Manggelewa. Saat itu Jokowi menjanjikan harga Rp2.700/kg untuk jagung kering, dan sekitar Rp2.000/kg jagung basah. 

Menurut Bupati (sudah disampaikan dibeberapa kesempatan), sangat tidak bijak kebijakan pemerintah pusat masih mengimpor jagung. Selain itu momentum dibukanya kran impor tidak tepat. “Import jagung justru disaat kita panen. Jika dia (Presiden) mengimpor pada bulan Oktober 2015 sampai Februari 2016, maka tidak apa-apa karena bulan-bulan tersebut kita tidak panen jagung,” kata Bupati.

Dikatakannya, kebijakan mengimport jagung sangat berpengaruh terhadap jagung lokal. Dia berharap agar Presiden segera menerbitkan Keppres tentang HPP jagung. Hal itu menjadi acuan bagi petani dan masyarakat untuk harga komoditas tertentu. “Dalam waktu dekat, kami akan bersurat ke pemerintah pusat terkait hal tersebut. Namun sebelumnya kami sudah koordinasi dengan pejabat di kementerian untuk membicarakan masalah itu,” terang Bupati. 

[yani]

Related

Headline 4903281084065439131

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item