Kecam Tindakan Represif Aparat, Wartawan Bima Datangi Mapolres

Aksi solidaritas Wartawan Bima mengecam tindakan represif aparat. Aktualita.info, KOTA BIMA – Puluhan wartawan Bima menggelar aksi dem...

Kecam Tindakan Represif Aparat, Wartawan Bima Datangi Mapolres
Aksi solidaritas Wartawan Bima mengecam tindakan represif aparat.

Aktualita.info, KOTA BIMA – Puluhan wartawan Bima menggelar aksi demontrasi di depan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Bima Kota. Dalam aksi tersebut, para insan pers masing-masing menutup mulutnya menggunakan lakban. Sembari membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap tindak kekerasan yang menimpah dunia jurnalis.

Tidak ada orasi politik dalam aksi itu. Mereka hanya berdiri di depan Mapolres dengan kondisi mulut tertutup. Bahkan semua fasilitas liputan seperti kartu pers, kamera, notes, pena dan lainnya ditanggalkan di depan Mapolres.

Koordinator aksi, Iqra Hardiansyah mengatakan aksi tutup mulut tersebut merupakan aksi solideritas insan pers Bima. Atas kasus penganiayaan wartawan, oleh oknum aparat Kepolisian di Makasar beberapa waktu lalu. Kejadian itu berlangsung saat aksi demontrasi mahasiswa menolak kenaikan BBM. "Wartawan yang meliput, malah dikeroyok aparat," katanya.

Wartawan Metro TV ini menilai, tindakan represif aparat tersebut sangat tidak lazim dan menyalahi undang-undang pers. Wartawan adalah mitra bagi pemerintah, aparat dan semua elemen masyarakat. "Kami adalah pewarta, bukan pembawa petaka," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Sofiyan Asy'ari. Dikatakannya, media dan para pelakunya adalah alat kontrol sosial yang dilindungi negara. Begitupun aktifitasnya, dilandasan kode etik yang jelas. Terkait hal itu lanjut dia, insan pers sepatutnya dihormati. "Bukan sebaliknya," ujar wartwan harian Bima Ekspres ini.

Dia berharap apa yang terjadi di Makasar itu tidak terulang lagi, terutama di Kota dan Kabupaten Bima. Terkait hal itu dia meminta Institusi Kepolisia baik Kota maupun Kabupaten dapat menjalin kemitraan yang baik dengan insan pers. "Kami bukan teroris, tapi penyampai informasi," ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut Waka Polres Bima Kota, Kompol Yuyan Priatmaja mengatakan, keinginan kalangan pers merupakan harapan institusi Kepolisian. Terkait hal itu, pihaknya selalu memberikan pembinaan terhadap anggota Kepolisian setempat. Untuk selalu bisa mengendalikan diri dalam situasi apapun. "Terlebih saat berhadapan dengan insan pers, yang merupakan mitra bagi Kepolisian," katanya.

Dia berharap antara kepolisian dan pers dapat bersama dalam mewujudkan Kantibmas daerah. Dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dan harmonis. "Polisi dan wartawan adalah mitra, diharuskan untuk saling menghargai," ujarnya.

[act2]

Related

Ragam 2574252879078057760

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item