Bacaleg DPD RI Hajah Nurhaidah Siap Bekerja untuk NTB, Ingin Maksimalkan Potensi Sumber Daya Alam Bima dan Dompu

Hj Nurhaidah, Bacaleg DPD RI asal Bima-NTB. [akt] Aktualita, Kota Bima - Setelah sukses berkiprah sebagai pengusaha di ibu kota negara (Jaka...

Hj Nurhaidah, Bacaleg DPD RI asal Bima-NTB. [akt]

Aktualita, Kota Bima - Setelah sukses berkiprah sebagai pengusaha di ibu kota negara (Jakarta) dan sejumlah kota besar lainnya, Hj Nurhaidah, kini kembali ke kampung halamannya di Bima.

Wanita kelahiran Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini memiliki keinginan yang kuat mengabdi dan bekerja untuk NTB. Ia ingin membangun dan menata daerah asalnya agar lebih maju dengan memanfaatkan berbagai potensi sumberdaya yang dimiliki Bima dan Dompu.

Hj Nurhaidah punya rencana yang kuat menjadi salah satu mesin penggerak untuk kemajuan daerah. Keinginan itupun diikhtiarkan melalui jalur pemilihan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang bakal dihelat pada pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.

Keinginannya menjadi salah satu wakil daerah di DPD RI, ia sampaikan saat bertemu sejumlah jurnalis di Bima, Senin, 13 Februari 2024.   

Tim Kajian Potensi Daerah Hj Nurhaidah, Furkan, mengawali pembicaraan mengatakan, latar belakang Nurhaidah ingin maju karena sudah merasa berpengalaman diberbagai organisasi Jabodetabek dan melihat realitas di NTB yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Maka, merasa tertantang untuk kembali ke kampung halaman. 

"Gagasan ingin tampil lebih besar dan melihat dari perspektif UMKM yang belum tersentuh maksimal. Seperti kekayaan laut, hanya saja belum dikelola dengan baik," ujar Furkan yang juga juru bicara Tim Hj Nurhaidah. 

Belum lagi, dari sektor pertanian dan peternakan seperti bawang dan sapi. Padahal UMKM dari sejumlah sektor ini, jika dihidupkan urat nadinya maka dapat membawa perubahan yang lebih berarti. 

Selain itu terang Furkan, yang menjadi fokus perhatian Nurhaidah yakni banyaknya kasus kekerasan perempuan di NTB. Di tahun 2021, jumlahnya mencapai angka 995 kasus dan yang tertinggi di Dompu dan Bima. 

"Dari permasalah ini, beliau ingin mencoba masuk dengan komitmen membentuk gerakan dan meminimalisir," tegasnya. 

Sementara itu, Hj Nurhaidah melalui pengantarnya mengatakan, dirinya terjun ke politik didorong banyak hal. Melihat keadaan daerah Bima yang masih jauh tertinggal dari daerah lain.

"Ekonomi rakyat yang masih jauh di bawah rata-rata, makanya saya mau ambil bagian untuk memajukan daerah," ujarnya. 

Ia mengurai, dari sisi kelautan, pertanian dan peternakan, semua memiliki kualitas, dan selalu menjadi primadona. Hanya saja, belum diperhatikan dan disentuh dengan baik. 

"Kita punya bawang berkualitas. Bawang Bima di bawa ke Brebes. Namun yang muncul justru nama Brebes, bukan Bima. Belum lagi bicara sapi Bima," ungkapnya. 

Untuk itu, melalui kesempatan ini dirinya berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat Bima Dompu, guna mengantarkannya dan terpilih menjadi anggota DPD RI agar bisa berbuat lebih banyak untuk Bima. 

Nurhaidah juga mengakui, hingga saat ini proses pencalonannya masih dalam proses verifikasi faktual (Verfak) berkas. Kendati ada kekurangan pada tahap pertama, namun sudah diperbaiki dan dilengkapi. 

Pengusaha sukses yang memiliki jaringan bisnis hingga di Negara Hongkong itu menambahkan, pada pencalonan ini dirinya menargetkan perolehan suara sebanyak 300 ribu atau 10 persen dari jumlah pemilih di NTB.

"Insya Allah, target ini bisa kita capai dan siap bekerja untuk NTB," pungkas Hj Nurhaidah optimis. 

[akt 01]

Related

Politik 3611175413671340023

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item