Sinergitas Pemerintah dan Relawan, Kunci Pencegahan Bencana di Kota Bima

  Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi, memberikan arahan peda peserta pelatihan penanggulangan bencana kelurahan. (Prokopim) Aktualita, Kota B...

 

Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi, memberikan arahan peda peserta pelatihan penanggulangan bencana kelurahan. (Prokopim)

Aktualita, Kota Bima - Pelatihan relawan penanggulangan bencana kelurahan digelar di Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima, Senin, 6 Juni 2022. Pelatihan dilaksanakan dua hari, diikuti 41 kelurahan se-Kota Bima dengan jumlah peserta 150 orang.

Kegiatan yang diprakarsai Pemkot bekerjasama dengan LPD2R itu, dihadiri Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi. Orang nomor satu di Kota Bima ini, didampingi Wakil Ketua DPRD, Syamsuri, Kepala BPBD, Hj. Jaenab, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H. Alwi Yasin, Camat Raba, H Ahmad dan Lurah Rontu, Amiruddin.

Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi, dalam arahannya menyampaikan, bagaimana daerah bisa menyelesaikan secara tuntas kebencanaan di daerahnya, tentu dengan adanya kerjasama pemerintah dengan masyarakat. Dalam hal ini, perwakilan masyarakat adalah para relawan.

"Bagi siapa saja yang terpanggil untuk merelakan dirinya kepada masyarakat.Jangan hanya pada saat bencana, namun bagaimana pencegahan agar bencana tersebut tidak terjadi," katanya.

Politisi Partai Golkar yang pernah menduduki kursi DPR RI dua periode ini juga menyampaikan, bagaimana penerapan aturan di lapisan masyarakat terkecil mengenai kegiatan yang dilarang yang akan berpotensi menyebabkan bencana.

"Sepuluh tahun lalu di Kota Bima terdapat 200 lebih mata air. Namun saat ini hanya sekitar 25 mata air," sebutnya.

Menggerakkan dan mengedukasi masyarakat, jelasnya, merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab bersama relawan. Untuk mengajak masyarakat bertindak mencegah potensi bencana.

"Normalisasi sungai Padolo dan Melayu serta penataan drainase diprakarsai oleh Bank Dunia," ungkapnya.

Perubahan katanya, butuh waktu dan tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi, bagaimana merubah pola pikir masyarakat. 

"Itulah mengapa mengambil anak-anak muda untuk menjadi relawan, karena merupakan tunas muda yang akan mewarisi perubahan dan kemajuan zaman," terangnya.

Wali kota menambahkan, TSBK tidak hanya relawan saat bencana datang. Tapi juga relawan kemanusiaan yang membawa suatu perubahan terhadap perubahan iklim di Kota Bima yang semakin membaik.

"Dapat dipelajari dan dimaknai dengan benar-benar agar menambah wawasan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Bima, Hj. Zaenab mengatakan, kegiatan penanggulangan bencana sudah pasti sangat membantu, Patut disyukuri bahwa ada 7 kelurahan yang mendapatkan pemantapan dan pelatihan. 

"Dari 41 kelurahan baru 35 terbentuk TSBK. Mudah-mudahan kedepannya secara merata dapat menuntaskan dan menghadirkan relawannya. Bagaimana membantu masyarakat menanggulangi bencana," sebutnya.

Diharapkannya, setiap kelurahan bisa memanfaatkan secara maksimal tenaga relawan. Ia juga berharap, melalui pelatihan tersebut bisa memiliki peta mitigasi sehingga kelurahan tangguh bisa diwujudkan dan diterapkan.

"Ketika bencana akan terjadi masyarakat sudah tahu ke mana harus mengevakuasi diri dan menyelamatkan diri. Peran dan dukungan anggaran di kelurahan bisa didukung untuk meningkatkan peran TSBK," tutupnya.

[akt.01]

Related

Pemerintahan 6576080617415238540

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

HUT 22 TAHUN KOTA BIMA

item