Reses di Kelurahan Paruga, Dae Pawan 'Golkar' Akomodir Sejumlah Keinginan Masyarakat

  Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan (Dae Pawan) saat reses di Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, Kamis (10/2) sore. AKTUALITA, Kota...

 

Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan (Dae Pawan) saat reses di Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, Kamis (10/2) sore.

AKTUALITA, Kota Bima - Berbagai aspirasi warga di Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima disambut baik Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan. 

Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan dalam kegiatan reses masa sidang II Tahun 2022 yang dilaksanakan Dae Pawan, sapaan akrabnya, di lingkungan setempat, Kamis (10/2) sore.

Ketua Umum Partai Golkar Kota Bima ini akan berusaha sekuat tenaga guna mewujudkan harapan masyarakat di lingkungan Sigi. Diantaranya terkait pembenahan talud Sungai Padolo untuk mencegah terjadinya luapan air ke pemukiman, mesin pompa penyedot air dan lumpur, pengaspalan jalan lingkungan, saluran pipa air bersih, terop, peralatan Marawis dan peralatan bola voli.

Reses hari kedua Politisi Partai Golkar yang sudah tiga periode dipercaya masyarakat Dapil II duduk di 'rumah rakyat' ini, berpusat di RT 08 RW 03 Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, pukul 16.00 Wita hingga 18.30 Wita. Meski berlangsung sederhana di tengah terpaan hujan, tak menghalangi antusias ratusan masyarakat menghadiri dan menyampaikan aspirasinya.

Ketua RW 03 Kelurahan Paruga, Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kehadiran Dae Pawan yang datang melaksanakan reses. "Kalau ditelusuri asalnya, Dae Pawan bukan orang lain. Beliau berasal dari sini, tepatnya Lingkungan Bara," katanya.

Yani menyampaikan, selama ini warga mengusulkan perbaikan  talud Sungai Padolo yang jebol. Kondisinya saat ini, menyebabkan luapan banjir ke perkampungan warga. "Untuk mengantisipasi itu, kami minta perbaikan talud," pintanya.

Dae Pawan dalam sambutannya menyampaikan, tujuan reses yakni untuk menjaring aspirasi masyarakat. Reses anggota dewan dilaksanakan tiga kali dalam setahun.

Untuk Dapil II, kata dia, ada 10 anggota dewan. Dalam melaksanakan reses, bisa bersama dan bisa juga sendiri.

"Saya melaksanakan sendiri. Saya pilih Lingkungan Sigi ini karena saya sendiri pernah turun dengan Walikota. Saya melihat tangisan masyarakat terkait banjir," ujarnya.

Dae Pawan meminta doa masyarakat setempat agar bisa sukses mengupayakan anggaran untuk pembenahan talut guna mengatasi aliran air Sungai Padolo. Informasinya, ini akan ditangani dengan dana JICA.

"Banjir ini tidak bisa kita hindari, tidak hisa kita tolak. Banjir ini adalah musibah sekaligus rahmat dari Allah SWT. Tangisan warga wajib kita sebagai pemerintah untuk menjawab dengan mengatasi masalah yag dihadapi terkait aliran Sungai Padolo," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, lewat reses banyak yang sudah teratasi dan masih ada pula yang belum tercover. Reses kali ini Dae Pawan mengambil kebijakan agar bersamaan dengan momentum Musrenbang. 

"Saya yakin lingkungan Sigi ini masalah yang serius adalah banjir. Pak RW sering menyampaikan pada saya terkait peninggian talud. Bisa saja saya memberikan sumbangan pribadi, tapi kita hargai dan ikuti dulu upaya pemerintah," jelasnya.

Di kelurahan Paruga, lanjut dia, ada diakomodir sejumlah kegiatan dari Pokir Dewan yang merupakan usulan dari warga. Diantaranya drainase, pemasangan pipa air bersih ke rumah warga.

"Dalam reses kemarin usulan dan permintaan warga Lingkungan Sigi sudah masuk dalam Pokir. Saya masukan di RW 01 pemasangan pipa air ke rumah warga," sebutnya.

"Saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk mewujudkan harapan warga. Masalah talud itu saya akan minta khusus ke Pak Walikota dan kepala OPD terkait. Yang terpenting fokus kita pada talud. Bagaimana air tidak masuk ke pemukiman warga," tambahnya.

Terkait peninggian talud, Dae Pawan menyampaikan jika tidak ada halangan, akan diwujudkan bulan Oktober. "Kalau tidak masuk dalam anggaran APBD, saya akan kerjakan sendiri. Apapun harapan warga, saya upayakan berjuang untuk terealisasi," katanya disambut aplous warga.

Warga setempat, H Hafid, mengapresiasi kesanggupan Dae Pawan dengan semangat. Dia mengaku, masyaraakat Lingkungan Sigi selalu risau jika melihat langit hitam pertanda hujan akan turun. "Kalau langit di bagian timur hitam kelam, maka was-was itu menghantui dan warga segera mengemas barang," tandasnya.

Sejumlah warga lain juga menyuarakan harapan mereka kepada Dae Pawan. Farida, mengharapkan pengadaan alat marawis untuk mendukung kegiatan keagamaan dan peralatan olahraga bola voli. Selain itu, mengharapkan mesin pompa air. "Setiap banjir kami selalu menyewa pompa air," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Dae Pawan mengatakan "Usul saran ini akan menjadi tanggungjawab moral dan dunia akhirat saya. Sekali lagi, kalau tidak masuk anggaran, saya akan kerjakan sendiri," katanya.

Dae Pawan juga menjelaskan terkait proyek pemasangan pipa air bersih namun airnya belum mengalir. Jelasnya, itu merupakan proyek dari pemerintah provinsi. Dia akan koordinasikan dengan Dinas PUPR kenapa air tidak mengalir setelah dipasang pipa.

"Soal PDAM kita lagi upayakan bagaimana menjadi PDAM regional. Tidak saja dimiliki Pemkab Bima, tetapi juga milik Pemkot Bima. Saya juga merencanakan bor pribadi di rumah saya RW 01 Paruga untuk kebutuhan air warga," ungkapnya.

"Terkait alat Marawis, saya survai  harganya dulu. Insya Allah. Peralatan bola voli, besok bisa diantar ke sini. Saya juga akan menambah dua lokal terop," pungkas Dae Pawan disambut tepuk tangan meriah warga.

Dia menambahkan, warga diharapkan kembali menghidupkan budaya gotong-royong. Karena itu adalah akar yang menperkuat kebersamaan. "Saya harap gotong-royong dihidupkan kembali. Karena saat ini sudah pudar," tutupnya.

[akt.01]

Related

Politik 4634500044557543039

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item