Sepanjang 2019, Ada 2.095 Orang di Bima Jadi TKI, 56 Persen Tamatan SD-SMP

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , KABUPATEN BIMA – Sebanyak 2.095 orang di Bima, memilih jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri un...

Ilustrasi

AKTUALITA.INFO, KABUPATEN BIMA – Sebanyak 2.095 orang di Bima, memilih jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri untuk mengadu nasib.

Pilihan itu mereka lakukan karena faktor kesulitan ekonomi, serta memperbaiki taraf hidup keluarga dan masa depan anak-anak mereka. Terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah, juga menjadi alasan mereka mengais rupiah di luar negeri.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, jumlah TKI ini terhitung sepanjang Januari-Desember 2019. Baik yang registrasi maupun yang sudah selesai registrasi.

Para TKI Prosedural ini ditempatkan pada 5 negara di kawasan Asia-Pasifik. Yakni Brunai Darusssalam, Hongkong, Malaysia, Singapura dan Taiwan. “TKI ini didominasi kaum perempuan,” ujar Kabid Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Bima, Irfan HM Nor S.Sos, Jumat (27/12).

Irfan HM Nor, S.Sos
Irfan menyebut, jumlah tenaga kerja wanita mencapai 1.931 orang. Sedangkan tenaga kerja laki-laki hanya 164 orang. “Penempatan TKI ke luar negeri dibagi dalam dua sektor, yaitu sektor formal dan informal,” katanya.

Dari total 2.095 orang, jumlah yang bekerja di bidang informal sebanyak 1.906 orang. 1.895 pekerja wanita dan 11 pekerja laki-laki. “Sedangkan yang bekerja di bidang formal sebanyak 189 orang. 28 pekerja wanita dan 53 pekerja laki-laki,” sebut Irfan di Disnakertrans Kabupaten Bima.

Dikatakan, dari 5 negara kawasan Asia-Pasifik, Taiwan merupakan negara tujuan utama TKI. Dengan jumlah pekerja terbanyak yakni 759 orang.

Sementara Hongkong berada di urutan kedua dengan jumlah TKI 354 orang. Malaysia di posisi ketiga dengan 352 pekerja. “Sementara Singapura dan Brunai Darussalam berada di posisi 4 dan 5 dengan 344 dan 286 pekerja,” sebut Irfan.

Dilihat dari latar belakang pendidikan, para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan angka 55,70 persen atau sebanyak 1.167 orang. Selebihnya beragam, mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, yaitu diploma dan sarjana.

Irfan menuturkan, TKI tersebut kebanyakan warga dari Kecamatan Wera, Ambalawi, Sape, Lambu, Monta dan Madapangga. Kebanyakan wanita dengan jenis pekerjaan asisten rumahtangga.

“Alasan mereka rata-rata masalah ekonomi dan rendahnya lapangan kerja di darah kita. Bukan saja yang tamat SD, SMP atau SMA saja. Tetapi juga yang diploma maupun sarjana,” terang Irfan.

Dia menambahkan, tugas Disnakertrans hingga masa kontrak kerja TKI selesai. Pihaknya tetap memonitor dengan meminta laporan setiap enam bulan. “Kita tetap monitoring dengan meminta laporan dari perusahaan jasa penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan TKI,” pungkas Irfan.


[akt.01]

Related

Pemerintahan 8722533604207287054

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item