Kalau tak Punya Uang, Warga Sarata Antre di Got Demi Air Bersih, Pemerintah Dinilai Apatis

Warga Sarata Kelurahan Paruga saat mengambil air di got depan pintu gerbang kompleks perumahan setempat. [akt/ist] AKTUALITA.INFO , K...

Warga Sarata Kelurahan Paruga saat mengambil air di got depan pintu gerbang kompleks perumahan setempat. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Warga Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih yang dibawa dengan mobil pikap. Kalau tidak punya uang, demi mendapatkan air bersih, warga terpaksa antre mengambil air dalam got dari pipa PDAM yang bocor. Kondisi itu telah berlangsung sejak lama.

“Sudah lama sekali, setiap hari kami ambil di sini (got) karena tidak mampu beli air,” ujar Jun, warga Lingkungan Sarata, saat antre mengambil air di got depan pintu gerbang kompleks perumahan Sarata, Selasa, 22 Oktober 2019.

Ia menyayangkan sikap Pemkot Bima yang tidak segera merespon kesulitan warga dengan mengaliri kembali air PDAM melalui pipa distribusi baru yang sudah terpasang tahun lalu (Mei 2018). Menurutnya, Pemkot terkesan tak peduli (apatis) karena sampai saat ini air dari pipa distribusi yang dipasang baru tersebut tidak mengalir ke rumah warga.

Air PDAM merupakan sumber air bersih yang diandalkan warga, karena wilayah setempat tidak memiliki sumber air bersih. "Pipa (distribusi) yang dipasang Pemkot tahun lalu sampai sekarang tidak berfungsi. Justru sekarang dipasang lagi pipa yang baru," tandas Jun sembari berharap jaringan pipa distribusi yang baru dipasang itu segera dialiri air sampai ke rumah warga.

Ia juga menyampaikan kekecewaan warga terhadap pemilik mobil tangki air bersih salah satu perusahaan air minum di Kota Bima. Katanya, dulu saat Pilkada setiap hari rutin menyuplai bantuan air bersih ke rumah warga. "Bahkan sampai tengah malam mereka bawa air. Tapi sekarang setelah Pilkada, tidak pernah datang lagi," ungkapnya.

Pemkot Bima melalui Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Fahad F, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Kata dia, saat ini Pemkot sedang mamasang pipa distribusi yang baru agar air bisa mengalir ke setiap rumah warga (sambungan rumah). "Kami melihatnya memang sangat miris. Tapi bukan berarti Pemkot apatis ya, karena tahun ini kami akan maksimalkan agar kebutuhan air warga terpenuhi,” ujar Fahad di ruangan kerjanya, Selasa.

Fahad F, Kabid Cipta Karya
Ia mengatakan tahun ini Pemkot dan PDAM Bima intens bekerjasama untuk mengatasi kesulitan air bersih warga Kota Bima. “Tahun-tehun sebelumnya kita bekerjasama, tapi mungkin komunikasinya tidak terlalu intens. Sekarang apasaja yang menjadi kendala di PDAM kami bantu,” katanya.

Terkait pemasangan pipa distribusi baru, jelas Fahad, untuk mendukung pipa distribusi yang dipasang sebelumnya agar terkoneksi semua ke sambungan rumah warga. “Insya Allah tahun ini semua pelayanan terkait kebutuhan air bersih warga terlayani,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Seksi Air Bersih Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Bima, Kamarudin menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya sehingga air tidak mengalir ke sambungan rumah warga. Salah satunya pipa bocor. “Banyak sekali kebocoran pipa pada sejumlah titik,” katanya.

Menurutnya, di wilayah Sarata dan Tanjung sudah dialiri air. Hanya saja, tekanan airnya rendah. “Air dari pipa distribusi yang dipasang tahun lalu itu sebenarnya sudah terkoneksi ke sambungan rumah warga, tapi tekanannya masih rendah karena kebocoran pipa pada sejumlah titik. Ditambah lagi di sumber mata airnya ada penurunan debit,” jelas Kamarudin. “Kami targetkan akhir tahun ini warga sudah tidak kesulitan air bersih,” katanya.

[akt.01]

Related

Ragam 8477451391225675661

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item