Silaturahmi dengan Masyarakat Bima, Kapolda: Kebersamaan, Kunci Menjaga Stabilitas Daerah

Kapolda NTB, Irjen. Pol. Drs. Achmad Juri, SH. M.Hum, menerima cinderamata dari Bupati Bima dalam acara silaturhami dengan masyarakat Bima...

Kapolda NTB, Irjen. Pol. Drs. Achmad Juri, SH. M.Hum, menerima cinderamata dari Bupati Bima dalam acara silaturhami dengan masyarakat Bima. [akt.02]

AKTUALITA.INFO, BIMA – Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Achmad Juri, SH. M.Hum, Sabtu, 9 Februari 2019, berkunjung ke Kabupaten Bima dalam rangka silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepala desa, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bima.

Silaturahmi yang berlangsung di halaman Mapolres Bima Kabupaten turut dihadiri Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo, SH, S.IK bersama seluruh jajaranya, Bupati dan Wakil Bupati Bima dan jajarannya, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Ketua dan Sekretaris KPU Kabupaten Bima, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Bima.

Kapolda mengatakan, silaturahmi dapat mempererat ukhuwah islamiyah sehingga kedepannya dapat terus ditingkatkan. Ia mengajak seluruh masyarakat agar selalu menjaga kedamaian, ketertiban dan kerukunan antar warga dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi aksi-aksi yang dapat menganggu ketentaman di wilayah masing-masing.

“Melalui silaturahim ini, kepada masyarakat untuk selalu bergadengan tangan dalam rangka menjaga daerah kita supaya aman, sehingga dengan kebersamaan yang tetap terjalin ini merupakan kunci menjaga stabilitas keamanan di wilayah kita,” katanya.

Menurut Kapolda, dengan menjaga lingkungan sekitar agar tetap harmonis dan kondusif, merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat keamanan dan seluruh potensi warga. Peran serta masyarakat sangat penting mewujudkan ketertiban dan kedamaian di lingkungan sekitar. “Jadi, semua harus bisa menjadi bagian dari garda pengamanan wilayahnya masing,” terangnya.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan bahwa tahun 2019 ini merupakan tahun politik, sehingga masyarakat benar-benar harus mencerminkan pesta demokrasi. Oleh karena itu, Seluruh lapisan masyarakat didorong untuk bergembira melaksanakan kedaulatannya memilih wakil rakyat, serta memilih Presiden periode lima tahun berikutnya. “Agar pesta dan kegembiraan itu terwujud, semua elemen masyarakat ditantang untuk mewujudkan kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Dijelaskannya, Pemilu yang dilaksanakan merupakan refleksi kedaulatan rakyat. Karenanya dideskripsikan juga sebagai pesta demokrasi. Maka, implementasi kedaulatan rakyat itu harus diwujudkan dalam suasana penuh kegembiraan dan memberi kebebasan seluas-luasnya bagi setiap pemilih untuk menentukan pilihannya. “Tentu saja suasana pesta demokrasi yang menggembirakan itu bisa terlaksana jika semua elemen masyarakat mampu mewujudkan suasana kondusif,” ungkapnya.

Pemilu tahun 2019 dengan agenda pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) selalu menghadirkan konsekuensi berupa perbedaan pilihan. Akar budaya masyarakat Indonesia, menurut Kapolda, sudah mengajarkan bahwa beda pilihan bukan masalah yang harus diperdebatkan atau dipertentangkan.
Katanya, beda pilihan telah diterima sebagai sebuah keniscayaan, karena setiap orang akan selalu punya cara pandang dan penilaian yang tidak sama dengan orang lain. “Beda pilihan tidak boleh merusak kondusifitas yang sejatinya selalu menjadi kebutuhan semua orang,” ujar Kapolda.

Ia berharap seluruh masyarakat selalu bekerjasama dalam memelihara Kamtibmas guna menjaga keutuhan, kedaulatan Negara dan mempererat persatuan bangsa, dan patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku. “Maupun norma sosial di masyarakat dan bekerjasama dalam mengantisipasi aksi yang dapat merugikan daerah kita,” pungkas Kapolda.

[akt.02]

Related

Ragam 5933453191289472635

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item