Sertijab Bupati Dompu Periode 2016-2021

Prosesi Sertijab Bupati Dompu Tepat pukul 11.20 Wita, pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2015, Bupati terpilih Drs. H. Bambang M. Yasin...

Setijab Bupati Dompu Periode 2016-2021
Prosesi Sertijab Bupati Dompu
Tepat pukul 11.20 Wita, pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2015, Bupati terpilih Drs. H. Bambang M. Yasin, melakukan serah terima jabatan (Sertijab) dari Penjabat Bupati Dr. Muhammad Agus Patria, SH., MH.

Acara sertijab tersebut dilakukan di Aula Pendopo Bupati Dompu yang dihadiri oleh Gubernur NTB atau yang mewakili, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pejabat teras lingkup Pemkab Dompu, Komisioner KPUD Dompu, Komisioner Panwas kabupaten Dompu, para tokoh agama. Tidak ketinggalan juga para Tim Sukses HBY pada Pilkada 9 Desember lalu.

Serah terima jabatan dilakukan secara protokoler, sederhana dan sedikit tegang penuh keceriaan karena sambutan Bupati terpilih H. Bambang M. Yasin atau HBY sedikit menyentil kinerja para pejabat selama ini dan situasi politik birokrasi pada Pilkada kemarin.

Salah satu mata acara dalam sertijab tersebut yaitu acara salaman antara mantan Penjabat Bupati Dompu dengan Bupati terpilih, yang dirangkaikan dengan penyerahan kotak kekuasaan berwarna coklat tua.

Momentum tersebut tidak terlewatkan begitu saja oleh kedua pejabat itu. Dr. Muhammad Agus Patria, sesumbar melemparkan senyum kepada para hadirin, dan dibalas pula dengan senyum  dari Prof Jagung (HBY) tersebut.

Pasca dilantik oleh Gubernur NTB menjadi Bupati Dompu terpilih tanggal 17 Februari 2015 di Hotel Lombok Raya pekan lalu, secara defacto dan dejure, HBY telah diakui. Diakui secara konstitusi dan diakui secara politik.

Setelah dilantik itu pula, HBY memiliki kewenangan luas di dalam mengelola geografis dan seluruh manusia di Kabupaten Dompu, terutama para Birokrat. Demokrasi dan atau politik memberikan pelajaran kepada kita tentang dua hal yakni hal baik dan hal buruk.

Hal baik yaitu kedewasaan atau pendewasaan dalam berdemokrasi, sementara hal buruk adalah ketika demokrasi dan atau politik dijadikan alat untuk berprilaku di luar dari rel yang sudah ada dan mengabaikan sisi etika, sosial kemanusiaan dan adab budaya.

Mari kita tunggu kinerja pemerintah dan gebrakan Profesor Jagung (HBY) untuk kesejahteraan masyarakat di Bumi Nggahi Rawi Pahu selama lima tahun ke depan.

[yani]

Related

Sudut Pandang 6100214047405702168

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Ayo..! Ke TPS

ASN Netral..!

Comments

Recent

DAFTAR CALON.TETAP (DCT) DPRD KABUPATEN BIMA

item