Dari Masjid, Sikap Tauladan Kapolda NTB

Kapolda NTB, Brigjen Drs Firli M.Si, bercakap ringan dengan Maulud usai shalat jumat di belakang asrama Polres Dompu. AKTUALITA.INFO ...

Kapolda NTB, Brigjen Drs Firli M.Si, bercakap ringan dengan Maulud usai shalat jumat di belakang asrama Polres Dompu.

AKTUALITA.INFO, Dompu – Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigadir Jenderal Drs. Firli, M.Si., menunaikan shalat Jum'at di Masjid Miftahul Jannah, kompleks Mapolres Dompu, pada hari Jum'at, 3 Maret 2017.

Sebelumnya Kapolda memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Polres Dompu, kemudian melanjutkan lawatannya ke Pondok Pesantren Al Kautsar, Kecamatan Pajo.

Kedatangan Kapolda untuk shalat Jum'at setelah adzan pertama dikumandangkan. Memasuki ruangan masjid ber AC, Kapolda kemudian menyempatkan shalat sunat tahiyatul masjid 2 rakaat. Di samping kanan, sedikit dibelakang pengganti Umar Septono itu, duduk seorang anak kecil, berwajah lugu, mengenakan baju kaos dan celana panjang.

Usai shalat, Ia pun langsung meraih anak itu kemudian ditariknya ke depan, tepat disampingnya orang nomor satu di jajaran Polda NTB. Karena lugu dan keberaniannya, tanpa canggung si anak langsung duduk sejajar dengan Kapolda.

Di situ Kapolda langsung bercakap-cakap ringan dengan si anak, terlihat ada dialog sarat kasih sayang. "Siapa namamu nak? Dimana Bapak?" itulah pertanyaan Kapolda yang dijawab langsung oleh si anak. "Nama saya M. Maulud Abiantara Pratama, dan Bapak ada di rumah, sakit," jawab si anak tanpa beban. Maksud pertanyaan Kapolda kepada anak berusia 4 tahun itu "Kenapa Bapak tidak datang shalat Jum'at?".

Adzan kedua pun berkumandang, Khatib mulai menyampaikan khutbah. Setelah selesai, shalat Jum'at langsung dilaksanakan. Selaku Khatib sekaligus Imam yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Dompu, Drs. H. Syamsul Ilyas.

Usai shalat Jum'at, Kapolda yang punya agenda dengan Bupati Dompu tidak langsung menuju ke acara, melainkan bersama Kapolres Jon Wesly Arianto, langsung bertandang ke belakang masjid untuk mencari rumah si anak tadi.

Kapolres paham bahwa rumah yang dicari adalah Bripka Supriharsono dan Fadian Arianti. Kedua orang tersebut adalah orang tua si anak kecil.

Berjalan di bawah terik matahari tanpa dipayungi, Kapolda menuju ke asrama anggota tepat di belakang masjid. Di sana Kapolda langsung masuk ke rumah paling ujung selatan yang ditempati oleh pasangan Bripka Supriharsono, Pejabat sementara Kaur Mintu Satuan Sabhara dan Brigadir Fadian Arianti, Baur Provos.

Kedua pasangan tersebut kaget bukan main, karena kehadiran Kapolda tanpa konfirmasi. Sang suami hanya berpakaian seala kadarnya dengan celana pendek, kaos dalam dan istri berkaos oblong dan celana pendek (karena mereka sedang istIrahat), menyambut kedatangan atasannya.

Malu dan kaget, itulah perasaan mereka yang tampak jelas di raut wajahnya. "Sakit apa?” tanya Kapolda. “Siap Jenderal, telapak kaki saya melepuh,” jawab Bripka Supriharsono. “Kenapa?” tanya Kapolda kembali. “ Siap Jenderal, kurang tahu karena tiba-tiba,” timpal Bripka Supriharson. “Sudah diobati?” lagi Kapolda bertanya. “Siap Jenderal, sudah," respon Bripkas Supriharsono tegas. Itulah dialog antara pimpinan dan bawahan.

Dialog keduanya terlihat akrab, tidak tersekat oleh pangkat dan jabatan. Tidak pula ada jurang umur di antara mereka. Kapolda betul-betul membangun komunikasi penuh kekeluargaan, kedekatan dengan anggota dan keluwesan dalam bercakap.

Usai dialog keduanya, dari dalam sakunya, Kapolda langsung mengeluarkan uang pecahan 100 ribu sekitar 10 lembar untuk diberikan kepada si anak, namun si anak tidak ada di rumahnya. Ditanya-tanya belum juga muncul, akhirnya uang 1 juta yang sedianya diserahkan ke anak langsung diserahkan ke bapaknya, Bripka Supriharsono.

Karena si anak belum juga muncul, perintah pun langsung dikeluarkan. "Cari anak tadi,". Bergegas salah satu anggota Polres mencarinya. Akhirnya didapat beserta rombongan temannya. Kapolda langsung ke luar dari asrama dan pulang. Si anak kecil itu ketemu lagi dan mencium tangan Jenderal bintang satu itu.

Kapolda kembali merogoh kocek pecahan 50 dan 100 ribu untuk diberikan kepada Maulud dan teman-temannya.
Dialog kembali terjadi keduanya. "Tidak mau jadi Polisi? Si anak kecil itu hanya mengangguk. Nanti telpon saya ya. Nanti ke Mataram ya. Bagus badannya untuk jadi Polisi" kata Kapolda sambil berlalu.

Selesai bercengkrama dengan anak-anak asrama, Kapolda Firli langsung menuju ke Markas Brimob untuk memberikan pengarahan dan dilanjutkan silaturrahmi dengan Bupati Dompu.
Selamat bertugas Jenderal, kiprahmu ditunggu oleh masyarakat Bumi Gora.

[yani]

Related

Sudut Pandang 8615198220511468907

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

item