Pimpin Panen Raya Jagung Hibrida di Bolo, Wabup Dachlan Ingatkan Pentingnya Tanaman Pangan

Wakil Bupati Bima (tengah) menunjukan kualitas jagung hibrida  hasil panen. [akt/ist] AKTUALIT.NFO , Bima - Wakil Bupati Bima, Drs. H...

Wakil Bupati Bima (tengah) menunjukan kualitas jagung hibrida  hasil panen. [akt/ist]

AKTUALIT.NFO, Bima - Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dachlan M. Noer, mengatakan pembangunan bidang pertanian tanaman pangan berperan penting dalam mewujudkan stabilitas nasional, sehingga harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

Hal itu dikatakan Dachlan dalam kegiatan panen raya jagung hibrida di P3A Landoli 1, Desa Kara, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Kamis, 4 Oktober 2018. Panen raya itu merupakan program pendukung operasi dan pemeliharaan sumberdaya air tahun 2018 pada Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air III Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1.

Menurut Dachlan, sektor pertanian tentu tidak bisa bekerja secara sendiri. Tetapi harus di dukung oleh berbagai intansi terkait lainnya, seperti pembangunan irigasi dan jaringannya yang merupakan program dari dinas.

“Maka dari itu diperlukan kesamaan persepsi, keterpaduan teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dengan didukung oleh SDM yang handal, terutama PPL dalam membimbing dan membina para kelompok tani guna pembangunan pertanian yang lebih baik,” katanya.

Begitu pula terkait dengan kegiatan panen raya ini, lanjut dia, diharapkan dapat menyemangati para petani untuk terus berpacu dan lebih berinovasi guna membawa kemajuan di bidang pertanian.

“Tanpa berkecil hati dengan adanya fenomena persoalan nasional akhir-akhir ini berupa anjloknya harga komoditi pertanian yamg berimbas pada menurunnya pendapatan para petani,” tandasnya.

Dachlan berharap adanya panen raya jagung hibrida, ke depannya para petani akan mendapatkan peningkatan hasil pendapatannya, sehingga bisa memenuhi kebutuhannya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1, Ir. Asdin Julaedy, MM., MT., mengungkap permasalahan dan tantangan pengelolaan sumberdaya air saat ini dan di masa mendatang semakin berat. Diantaranya berupa ketahanan sumberdaya air sudah mencapai tingkat krisis. 

“Ke depan ketahanan air kita akan terus berkurang seiring dengan bertambahnya permintaan akan air di luar sektor pertanian,” ujarnya.

Menurut Asdin penghematan air pertanian akan sangat berarti dan memiliki peranan besar dalam menunjang sektor strategis lainnya. Kata dia, Salah satu upaya untuk melakukan efisiensi penggunaan air di sektor pertanian adalah pemberian air secara berselang dengan budidaya padi dengan menggunakan metode system of rice itensification (SRI).

“Adapun inti dari konsep pengairan intermittent system of rice intensification ini adalah dengan hanya memberikan air irigasi sesuai dengan jumlah dan waktu yang dibutuhkan oleh tanaman,” jelasnya.

Asdin menjelaskan kegiatan penerapan penanaman padi dengan menggunakan metode SRI dan penanaman jagung tersebut, diinisiasi oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 melalui kegiatan satuan kerja operasi dan pemeliharaan Sumber Daya Air III. Diterapkan pada lima daerah irigasi yang salah satunya di daerah irigasi Pelaparado Kabupaten Bima.

“Di setiap daerah irigasi dibuatkan Demfarm penanaman padi SRI dan jagung masing-masing seluas 10 hektare. Panen kali ini merupakan panen raya jagung pertama yang dilaksanakan di Desa Kara pada lahan seluas 10 hektare,” terangnya.

Panen raya jagung hibrida di desa setempat dihadiri Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Bagus Satrio Wibowo, SH., S.IK., sejumlah kepala OPD Kabupaten Bima, jajaran Camat Bolo dan Kelompok Tani P3A Landoli 1.

[akt.03]

Related

Pemerintahan 4327172968583738570

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item