Konsulat Jenderal Tiongkok Kunjungi UNU NTB, Jajaki Kerjasama Program Bahasa Mandarin

Rombongan Konjen Tiongkok foto bersama Pengurus UNU NTB usai pertemuan. [akt/ist] AKTUALITA.INFO , Mataram - Konsulat Jenderal (Konje...

Rombongan Konjen Tiongkok foto bersama Pengurus UNU NTB usai pertemuan. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, Mataram - Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok, Gao Haodong, sore ini, Senin, 21 Mei 2018, beserta rombongan mengunjungi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Agus Winektu tampak dalam rombongan Konjen Tiongkok ini. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai upaya penjajakan kerjasama dengan UNU NTB terkait dengan rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin di UNU NTB.

Terkait dengan hal tersebut, Rektor UNU NTB, Hj. Baiq Mulyana, S.Ag., M.PdI mengatakan UNU NTB menyambut baik kunjungan dan rencana kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan Tiongkok. “UNU tentu senang dengan atensi dan perhatian Konjen Tiongkok di Denpasar dalam program pengembangan sumberdaya manusia," ungkapnya.

Sebagai warga NU, Rektor UNU NTB merasa prihatin dengan sikap intoleransi yang masih ada dan berkembang saat ini. UNU akan menegakan proses tasamuh atau toleransi. Jangan lagi ada prasangka -prasangka. “Untuk itu harus dimulai dari saling mengenal, yakni lewat saling mengenal kebudayaan dan adat istiadat agar tidak menimbulkan prasangka," sambung Baiq Mulyana.

Selanjutnya Ketua PW NU NTB, TGH Taqiuddin Masyur, mengatakan UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan. Sebagai organisasi besar, NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan umat. “Sebagai pengurus wilayah NU NTB, saya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Konjen Tiongkok dan rombongan,” ujarnya.

Sementara, dalam pidato sambutan Konsulat Jendral Tiongkok di Denpasar, Gou Haodong mengatakan kunjungannya tidak lain ingin bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan segenap komponen NU dan UNU. Ia senang bisa bertemu dosen dan siswa.

Sebelum pertemuan itu, Ia mengaku sudah bertemu dan diskusi dengan Ketua PW NU NTB. “Untuk menghilangkan prasangka itu, kita harus saling mengenal. Indonesia merupakan umat muslim yang besar," ungkapnya .

Gou Haodong mengatakan pernah berkunjung ke negara muslim Iran, Saudi, Qatar, dan Euthopia. Ia mengaku senang dengan suara azan dari masjid. “Ini berarti pendidikan muslim di Indonesia. Saya sudah banyak bertugas dan berkunjung di negara-negara muslim," ucapnya.

Meskipun bukan muslim, namun Gou Haodong bisa merasakan bahwa ajaran Islam mengedepankan toleransi dan cinta Allah. “Ajaran Alquran mengajarkan semua muslim itu saudara dan mencintai antarsesama,” imbuhnya.

Konjen senang dengan informasi bahwa kehidupan kaum Tionghoa di NTB aman dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya. “Setiap tahun ada perayaan imlek di NTB yang berjalan baik dan aman," katanya.

Terkait usulan Rektor UNU NTB tentang rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin, pihaknya merasa senang dengan usulan tersebut. “Kami akan diskusikan lebih lanjut untuk kerjasama dengan UNU ini,” pungkas Gou Haodong.

[akt-d]

Related

Pendidikan 5675791778850000371

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

item