Dafa, Bocah Penderita Gizi Buruk dan ISPA Tepar di RSUD Dompu

Dafa, penderita gizi buruk dan ISPA sedang di RSUD Dompu. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Seorang pasien yang menderita gizi buruk Mu...

Dafa, penderita gizi buruk dan ISPA sedang di RSUD Dompu. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Seorang pasien yang menderita gizi buruk Muhammad Dafa, 2 tahun, asal Lingkungan Rabalaju, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sudah seminggu terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Pasalnya, kondisi bocah malang itu semakin memburuk.

Ayah Dafa, Nanang Suryansyah menuturkan, sebelumnya Dafa pernah dirawat selama sebulan di Puskesmas Kota, namun tidak membuat Dafa kembali normal. Akhirnya diputuskan untuk ditangani oleh RSUD Dompu. "Selama penanganan di Puskesmas, Dafa diberikan susu dan biskuit," katanya pada Aktualita.info di RSUD Dompu, Selasa, 31 Januari 2017.

Nanang berujar selama penanganan di RSUD, seluruh biaya ditanggung oleh program Pemkab Dompu melalui kartu Jakad. Awal mula Dafa harus mendapat penangan kesehatan karena anaknya tersebut terdapat kelainan. "Dafa mengalami sesak nafas dan sering menangis tidak seperti biasanya," ujar dia.

Kepala ruangan perawatan anak RSUD Dompu, Iin Iskanturani, menjelaskan Dafa datang dengan keluhan batuk sudah seminggu di rumahnya. Selain itu jelas dia, Dafa datang dengan tubuh yang lemas dan sangat kurus. Berat badannya di bawah 10 kilogram atau kurang normal untuk anak seusia Dafa. "Sedangkan secara medis berat badan untuk umur sekian minimal berat badan normal dan atau idealnya di atas 10 kilogram. Selain itu, pasien tersebut sudah mengalami infeksi saluran pernapasan atau ISPA" terang Iin.

Sejauh perawatan yang dilakukan, jelas Iin, Dafa mendapat perawatan intensif tentang gizi buruk dengan dibantu susu formula 75. "Ini memang formula yang dikhususkan untuk pasien gizi buruk, yang isinya kompleks sudah macam-macam diracik pihak gizi. Kami tinggal memasaknya saja, datang sudah instan, kami tinggal buat sama pasien," urainya.

Iin mengatakan, selain susu formula 75, pihaknya selama ini kerjasama dengan Dikes. Setiap ada kasus seperti gizi buruk, maka pihaknya langsung menghubungi Dikes. "Dari Dikes biasanya dikasi bantuan berupa susu kaleng. Kemudian ada dana dan makanan pendamping Asi. Dari Dikes biasanya langsung turun," tuturnya.

Terkait kondisi terakhir Dafa, Iin berujar, kondisinya saat ini jauh lebih baik. Sementara ISPA mulai membaik. "Untuk ISPA, saya tidak bisa katakan dia (Dafa, red) langsung sembuh, karena untuk pasien ISPA kurang lebih seminggu kami rawat baru benar-benar membaik," katanya.

Sementara untuk berat batan, Iin pastikan ada penambahan setiap hari. Hanya saja penambahannya tidak signifikan seperti anak yang normal. “Mungkin hanya hitungan Ons setiap harinya,” sebutnya.

Untuk perawatan Dafa, ditangani secara khusus dan bilakukan kolaborasi. "Kami biasa konsultasikan ke spesialis anak langsung, dokter umum, dan ahli gizi, karena penanganan gizi buruk harus dilakukan secara khusus," jelasnya.

Untuk perawatan, tambah Iin, umumnya dilakukan kurang lebih sebulan, baru bisa diprediksi sembuh atau tidak. “Biasanya kasus terbanyak selama ini, kalau seandainya mau dirawat sampai satu bulan pasti sembuh, kecuali ada indikasi lain,”.

Kembali dia jelaskan, selain menderita gizi buruk, Dafa juga mengidap ISPA. “Itupun karena imunitasnya sudah tidak ada karena nutrisi dalam tubuhnya nggak ada,” pungkas Iin.

[yani]

Related

Headline 3070053986319777059

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item