Pemerintah akan Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Kelurahan, Tanjung Sebagai Pilot Poject

AKTUALITA.INFO , Kota Bima – Kebersihan lingkungan dari sampah terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Di sejumlah ke...

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Kebersihan lingkungan dari sampah terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Di sejumlah kelurahan, persoalan sampah sudah mulai teratasi dengan adanya kesadaran masyarakat yang mulai membuang sampah pada tempatnya. Hal itu didukung pula oleh petugas pemungut sampah yang ditempatkan pada setiap kelurahan.

Suasana diskusi studi banding pengelolaan sampah di KSM Bank Sampah Batu Tulis Bogor
Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dari sampah, pemerintah akan menerapkan pengelolaan sampah berbasis kelurahan. Menyusul bulan Juni 2016 lalu sejumlah pejabat Pemkot dan anggota DPRD, termasuk Lurah Tanjung melakukan studi banding tentang pengelolaan sampah di Bogor. “Akan diterapkan pengelolaan sampah berbasis kelurahan. Bagaimana sampah itu bermanfaat sesuai studi banding kami di Bogor 3 hari (23-25 Juni 2016),” kata Lurah Tanjung, H Akhyar SE, pada Aktualita.info di ruangan kerjanya, Selasa (12/7).

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis kelurahan merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi timbunan sampah yang bertambah setiap harinya. Pengelolaan sampah secara mandiri ini mengutamakan pemberdayaan masyarakat untuk mampu mengelola sampah yang dihasilkan dalam skala terkecil, yaitu rumah tangga. “Pengelolaan sampah ini antara lain dilakukan melalui pemilahan sampah yang bisa didaur ulang atau dibuat sesuatu bahan yang bermanfaat, seperti pupuk kompos dan lainnya,” terang Akhyar.

Dikatakannya, pengelolaan sampah berbasis kelurahan dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sampah dipandang sebagai sesuatu yang dapat diolah kembali sehingga memiliki daya guna bagi masyarakat. Selain itu, sampah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk bisa diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat menambah income tersendiri bagi masyarakat. “Jadi, meski sampah itu identik dengan sesuatu yang bau dan kotor, tapi memiliki manfaat jika dikelola dengan baik,” tandasnya.

Akhyar menambahkan, Kelurahan Tanjung direncanakan menjadi pilot project pengelolaan sampah. Karena selama ini, wilayah Tanjung dikenal sebagai wilayah dengan volume sampah yang tinggi. Sebab, di wilayah itu ada pasar dan pelabuhan. Selain itu, Tanjung merupakan daerah muara sungai sehingga selain sampah domestik (sampah rumahtangga warga setempat) juga dipenuhi sampah “kiriman” dari berbagai wilayah.

Akhyar mengaku, volume sampah rumahtangga yang berserakan di kelurahan setempat sudah mulai berkurang, dibanding beberapa tahun yang lalu. Tepi pantai di sekitar TPI Tanjung yang sebelumnya dipenuhi sampah, kini sudah mulai kelihatan bersih. “Masyarakat sudah tidak membuang lagi sampah di tempat itu. Sampah-sampah rumahtangga kini diletakan di depan rumah masing-masing, karena petugas pemungut sampah kelurahan datang mengambilnya setiap hari,” pungkas Akhyar. 

[dien]

Related

Pemerintahan 6224409567163563146

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item