KPP Bima Minta Pemerintah Segera Tangani Terumbu Karang

Ilustrasi AKTUALITA.INFO, BIMA - Komunitas Pramuka Peduli (KPP) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima untuk lebih serius menangani...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, BIMA - Komunitas Pramuka Peduli (KPP) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima untuk lebih serius menangani dan rehabilitasi terumbu karang. Pasalnya, hingga saat ini kasus pengerusakan terumbu karang kerap terjadi karena pengeboman ikan.

Menurut Koordinator Komunitas Pramuka Peduli (KPP), Arief Rachman, pemerintah harus mulai serius memikirkan penanganan kasus pengerusakan terumbu karang. Penyelamatan terumbu karang harus dilakukan dengan kerja nyata, sehingga dapat menyelamatkan potensi kekayaan laut,” kata Arief disela-sela seminar nasional strategi pengembangan kawasan terumbu karang dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima, Selasa (26/04).

Dikatakannya, penyelamatan terumbu karang penting guna menjamin kelestarian dan keanekaragaman hayatinya untuk generasi saat ini dan mendatang. Apalagi, terumbu karang secara ekologis menjadi penunjang kehidupan biota laut lainnya, keanekaragaman hayati, dan pelindung pantai.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Unit Stasiun Penelitian Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Dr Syafyudin Yusuf ST MSi. Dijelaskannya, penyebab kerusakan terumbu karang antara lain akibat penggunaan bahan peledak dan bahan cyanide untuk membius ikan. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan masih sangat kurang. “Salah satunya adalah, mereka membuang jangkar diatas terumbu karang sehingga menyebabkan koloni karang hancur,” katanya.

Solusi tepat untuk mengantisipasi persaoalan tersebut, ujar Syafyudin, perlu dibuatkan perencanaan yang matang untuk menyusun strategi pengembangan kawasan terumbu karang. “Kita perlu hati-hati untuk tidak semena-mena membuka lahan pemukiman atau fasilitas lainnya. Sebab, lahan itu memberi sumbangan sedimen yang sangat kuat ke ekosistem terumbu karang, sehingga akan mengancam kehidupan dalam ekosistem terumbu karang," terang Syafyudin.
[rul]

Related

Ragam 3659548410188627258

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item