Rakerda LPTQ, Walikota Ingatkan Waspadai Paham yang Menyimpang

Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima menggelar Rapat Ke...

Wali Kota Bima, HM Qurais H Abidin
AKTUALITA.INFO, KOTA BIMA - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di aula kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Kamis (21/). Rakerda dibuka oleh Walikota Bima, HM Qurais H Abidin, dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemkot Kota Bima, Ketua MUI Kota Bima, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Bima.

Menurut Ketua LPTQ Kota Bima, Ir Muhamad Rum, Rakerda bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2015. Selain itu membahas dan menetapkan program kerja LPTQ tahun 2016.

Rakerda diikuti 25 orang pesrta. Terdiri dari pengurus LPTQ tingkat Kota dan Kecamatan, serta Bagian Kesra Setda Kota Bima. Rakerda akan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 21-22 Januari 2016. “Dibagi dalam dua sesi yang diawali penyampaian materi oleh beberapa narasumber, dilanjutkan dengan rapat komisi,” papar Rum.

Dalam arahannya, Walikota mengapresiasi LPTQ Kota Bima atas kinerja dan prestasi tahun 2015, yang telah berhasil mengantarkan Kota Bima meraih juara umum MTQ Tingkat Provinsi NTB. Sesuai peran LPTQ sebagai lembaga yang bertugas dalam hal pembinaan, Walikota menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat ini.

Beberapa hari terakhir, media televisi ramai dengan berita hilangnya sejumlah orang yang ternyata diketahui ikut bergabung dengan organisasi atau aliran-aliran menyimpang. Salah satunya yang banyak disebut adalah Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Setelah ramai diberitakan, Gafatar mengklaim hanya sebagai organisasi sosial, tidak berkaitan dengan aliran kepercayaan. “Namun demikian, tetap harus kita waspadai. Anak-anak muda sangat rentan untuk ditarik dalam pengkaderan organisasi-organisasi semacam ini,” kata Walikota.

Walikota meminta seluruh organisasi serta instansi terkait (mulai dari Kepolisian dan TNI, LPTQ, FKUB, MUI, Kesbangpol, Kemenag, dan lain-lain) untuk bekerjasama melakukan hal yang dianggap perlu untuk mencegah penyebaran paham-paham menyimpang atau radikal. Selanjutnya, ada beberapa kejadian buruk yang terjadi di Kota Bima belakangan ini. Yaitu peristiwa pembacokan mahasiswa di lingkungan kampus STKIP Bima (masuk dalam wilayah Kota Bima), peristiwa Curanmor yang semakin sering terjadi, dan ditemukannya mayat bayi di jembatan Kodo. 

“Ini merupakan indikasi bahwa trend pergaulan bebas dan tawuran di Kota Bima berada pada level mengkhawatirkan. Lembaga-lembaga keagamaan dan aparat kiranya dapat bekerjasama dengan pihak sekolah serta kampus, untuk terus melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap generasi muda kita,” tutur Walikota.

Walikota juga menjelaskan sejumlah program Pemerintah terkait bidang keagamaan, yaitu Kota Bima Berzakat dan Maghrib Mengaji. Khusus untuk program Maghrib Mengaji, Walikota mengajak untuk menghidupkan kembali terutama di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. "Saya berharap dalam acara seperti ini hadir seluruh pengurus pesantren, agar kita bisa berdiskusi tentang perkembangan masyarakat,” kata Walikota.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menjelaskan akan meminta pertanggungjawaban administrasi anggaran pembangunan Masjid Raya tahun 2015. Kepada Panitia Pembangunan Masjid Raya Al-Muwahiddin, laporan tersebut diminta agar segera diselesaikan. “Kita berprasangka baik saja, mungkin panitianya sibuk. Namun kita mendesak agar SPJ-nya segera diselesaikan dalam waktu dekat,” pungkas Walikota.

[yudha]

Related

Sosbud 7606738200342632787

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item