Kapolda: Polisi harus Maksimal Layani Masyarakat

Pengarahan Kapolda NTB pada personil Kepolisian di Dompu. Foto: yani AKTUALITA.INFO, DOMPU – Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigjend Pol D...


Pengarahan Kapolda NTB pada personil Kepolisian di Dompu. Foto: yani
AKTUALITA.INFO, DOMPU – Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigjend Pol Drs. Umar Septono, SH.,MH, untuk kali kedua hadir di Polres Dompu dalam rangka kunjungan kerjanya menjelang pelaksanaan Pilkada serentak pada Selasa, 06 Oktober 2015. Dimana kunjungan sebelumnya pasca dirinya dilantik menggantikan Brigjend Suryono.

Lawatan kedua Kapolda Umar dalam rangka memberikan pengarahan kepada personil Bhabinkamtibmas Polres Dompu, seluruh Kapolsek se-Kabupaten Dompu, para Kepala Satuan dan personil Brimob Dompu, yang bertempat di Paruga Samakai.

Dalam pengarahannya, Kapolda menekankan kepada jajaran personil Polres dan Brimob untuk senantiasa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kapolda mengingatkan bahwa dari masyarakatlah yang membayar kita (Polri, red) melalui pajak yang mereka bayar.

Penekanan tersebut dilatarbelakangi fakta dan dinamika kekinian yang menunjukan hak rakyat untuk dilayani terkadang diabaikan. “Masih banyak keluhan dan pengaduan masyarakat terhadap kinerja Kepolisian. Pengaduan tersebut sudah masuk ke Kompolnas, Ombudsman, DPR RI, dan saya sendiri,” kata Umar.

Keluhan atau pengaduan tersebut harus dapat diterima dengan lapang dada, dan dijawab dengan melaksanakan tugas secara profesional berlatar aturan main yang berlaku. Umar mencontohkan bentuk riilnya yakni mendekatkan masyarakat dengan Polri melalui tempat-tempat ibadah dan membantu masyarakat di jalan.

Selain itu membantu masyarakat memberikan air bersih jika dalam keadaan kekeringan dengan sarpras yang dimiliki, bakti sosial di tempat ibadah, menggalakkan gotong royong, penyuluhan pertanian, perkebunan dan perkebunan. “Jika hal tersebut bisa dilakukan dan cepat merespon keluhan masyarakat apalagi melayaninya, maka hal tersebut akan membangkitkan rasa simpatik karena pendekatan-pendekatan itu tertanam baik dalam hati sanubari mereka,” jelas Umar.

Lanjut Umar, membantu warga yang sakit juga adalah bentuk kepedulian yang berpengaruh signifikan terhadap apresiasi masyarakat kepada institusi Kepolisian. “Empati terhadap warga yang terkena musibah harus dimiliki oleh personil Polri,” ujarnya.

Dalam pengarahan tersebut, Kapolda tidak saja memberikan teori dan resep dalam melayani dan peka terhadap masalah masyarakat. Dia mencontohkan saat dirinya terlihat makan bersama dalam tahanan Polda. Nasi yang dimakannya sama denga nasi yang dimakan para tahanan, sebagaimana terlihat dalam slide pemaparannya.

Pada kesempatan itu, Kapolda mengingatkan juga bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Polri sesungguhnya milik rakyat. Maka itu peruntukannya harus untuk melayani rakyat.

Acara yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, dimanfaatkannya untuk membangkitkan semangat anggota, menanamkan rasa empati dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Menurut Umar, ada paradigma yang keliru diinternal Polri yakni melayani pimpinan, seyogyanya harus melayani masyarakat. “Polri bukan melayani pimpinan, tapi harus melayani rakyat,” tandasnya.

Tidak lupa dirinya mengingatkan kepada anggota untuk menjaga sinergitas dengan TNI . Karena sejatinya aparat negara juga menjadi tauladan bagi masyarakat.

Selain anggota Polri mendekatkan diri dengan masyarakat, dirinya pun tidak lupa agar sesama anggota harus saling berada ditengah-tengah anggota lainnya. Pasalnya Polri memiliki jiwa korsa dalam memperkuat lingkungan internal.

Diingatkannya lagi, bahwa pangkat dan aksesoris yang ada pada diri Polri, jangan terlalu dibangga-banggakan karena sifatnya sementara. Sedangkan yang hakiki itu amal perbuatan dan ilmu. “Aksesoris ini hanya perhiasan yang fana,” tandas Umar.

Selain pendekatan diri terhadap masyarakat, Kapolda pun tegas agar anggota Polri dijajaran Polda NTB wajib mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena perkara dunia dan akherat merupakan hak prerogatif Tuhan.

Sebelum mengakhiri pengarahan didepan pejabat teras Polres Dompu, dalam menghadapi Pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang, Kapolda memerintahkan agar Polri optimal optimal melaksanakan tugasnya, dan jangan under estimate. Selain itu, Polri harus menjaga netralitas. “Rubah paradigma, layani pejabat jadi layani masyarakat,” pungkas Umar.

[yani]

Related

Ragam 5340872104416899551

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item