Pengidap HIV di Ambalawi, 11 Meninggal

Ilustrasi AKTUALITA.INFO, BIMA - Human immunodeficiency virus (HIV) atau virus yang menyerang (memperlemah) sistem kekebalan tubuh man...

Ilustrasi

AKTUALITA.INFO, BIMA - Human immunodeficiency virus (HIV) atau virus yang menyerang (memperlemah) sistem kekebalan tubuh manusia, kini merambah wilayah Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Berdasarkan catatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ambalawi Tahun 2015, jumlah pengidap HIV di wilayah setempat sebanyak 12 orang. Sebelas meninggal dunia, dan seorangnya lagi masih hidup.

Jumlah korban HIV meninggal dan masih hidup, sudah dilaporkan oleh pihak Puskesmas Ambalawi ke Dinas Kesehatan (Dikes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima. Untuk penanganan terhadap korban yang masih hidup, hanya diberikan obat dari Puskesmas Ambalawi saja. “Seorang pengidap yang masih hidup tinggal di Desa Talapiti. Kita kontrol dengan selalu memberikan obat," ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Ilham Akbr SKM, Sabtu 5 September 2015.

Pengidap virus yang berbahaya dan mematikan ini, kebanyakan warga yang sebelumnya bekerja di luar daerah. Baru diketahui setelah mereka kembali ke kampung halamannya di Bima.

Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan, Puskesmas Ambalawi tidak bisa berbuat maksimal dalam hal penanganannya. Pertolongan terhadap pengidap HIV, hanya dapat dilakukan sesuai ketersediaan peralatan dan obat-obatan seadanya. “Mengingat masih minimnya sarana dan lainya di puskemas ini, kami tidak bisa berbuat banyak. Namun, informasi ini sudah kami laporkan pada pihak Dikes dan RSUD,” kata Ilham.

Pemahaman masyarakat Ambalawi terhadap HIV diakui masih awam. Pemerintah Kabupaten Bima, terutama instansi terkait, diharapkan dapat menyalurkan bantuan alat pemeriksa bagi Puskesmas Ambalawi.

Selain itu, bisa menyediakan obat-obatan khusus untuk mengobati masyarakat yang mengidap penyakit HIV. “Kalau memang alatnya ada, tentu kami akan mudah mendeteksi penyakit itu. Karena jujur saja, kami arahkan masyarakat untuk berobat di rumah sakit itu sangat sulit. Mengingat selain masalah ekonomi, juga jarak tempuh ke tempat tersebut sangat jauh,” jelas Ilham.

[rul]

Related

Ragam 5137254563698237532

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item