Penembak Polisi belum Terungkap, ini Kata Pengamat

  ilustrasi Aktualita.info , BIMA – Tiga kasus penembakan terhadap anggota Kepolisian di Bima Nusa Tenggara Barat, hingga kini belu...


 
Penembak Polisi belum Terungkap, ini Kata Pengamat
ilustrasi


Aktualita.info, BIMA – Tiga kasus penembakan terhadap anggota Kepolisian di Bima Nusa Tenggara Barat, hingga kini belum satupun yang terungkap. Pengamat Sosial-Politik Syarif Ahmad, M.Si menilainya sebagai kegagalan institusi Kepolisian mengungkapnya. “Institusi Kepolisian harus mengungkap siapa pelaku penembakan dan transparan menjelaskannya pada publik,” ujarnya.

Menurut Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima ini, peristiwa penembakan anggota Kepolisian berdampak pada masyarakat sipil. Kemanan masyarakat terusik karena merasa diteror dengan munculnya kasus penembakan itu.

“Fenomena ini akan memunculkan asumsi jika Polisi tidak mampu menjadi pelindung masyarakat,” kata Syarif “Bagaimana Polisi bisa melindungi masyarakat sementara mereka sendiri jadi korban penembakan,” katanya lagi.

Menurut Syarif, masyarakat saat ini dibuat bingung, karena kepada siapa mereka akan meminta perlindungan jika aparat Kepolisian sendiri menjadi korban penembakan. Dikuatirkan efek dari kondisi itu, masyarakat akhirnya melindungi dirinya masing-masing. “Itu berarti bisa saja masyarakat mempersenjatai diri,” ujarnya.

Kasus penembakan anggota Kepolisian harus menjadi catatan Kapolda NTB untuk segera menuntaskannya. “Terkait penembakan itu jangan berspekulasi dulu sebelum pelakunya ditangkap. Apalagi, terlalu dini menduga pelakunya dari kelompok Islam tertentu sebelum ada bukti-bukti kuat,” kata kandidat doktor itu.

Rentetan kasus penembakan terhadap anggota Kepolisian di wilayah hukum Polres Bima Kota dan Bima Kabupaten, terjadi tahun 2014. Dua anggota tewas dan satunya selamat dari maut.

Korban tewas adalah Inspektur Satu (IPTU) Abdul Salam. Kapolsek Ambalawi Polres Bima Kota itu tewas ditembak pada bagian kepala oleh orang tidak dikenal, Sabtu pagi (16/8) sekitar pukul 07.30 Wita.

IPTU Abdul Salam ditembak dari belakang disekitar wilayah pegunungan Ncai Kapenta, saat perjalanan menuju kantornya Mapolsek Ambalawi.

Korban tewas sebelumnya adalah Brigadir Kepala (Bripka) Yamin, Kanit Intel Polres Bima Kabupaten. Bripka Yamin tewas ditembak orang tidak dikenal di depan Masjid Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin malam (2/6) sekitar pukul 21.30 Wita.

Korban penembakan lainnya adalah Inspektur Dua (IPDA) Hanafi. Kaur Sat Res Narkoba Polres Bima Kota ini ditembak di bukit Doro Belo, Jumat siang sekitar pukul 11.00 Wita. Untungnya IPDA Hanafi selamat dari maut karena timah panas tidak mengenai organ vital.

[act1]

Related

Hukrim 6144749744911503205

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item