Bantu Petani, Dandim Dompu Pantau Harga Gabah

Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI Arief Hadiyanto saat meninjau langsung harga gabah petani di Kelurahan Kandai II Dompu. [yani] AKTUALIT...

Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI Arief Hadiyanto saat meninjau langsung harga gabah petani di Kelurahan Kandai II Dompu. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Komandan Kodim 1614/ Dompu, Nusa Tenggara Barat, Letkol CZI. Arief Hadiyanto, S.IP., terjun langsung ke lapangan memantau harga gabah Petani. Dandim turun ke lokasi karena harga gabah diterpa isu akan turun menjelang panen raya tahun ini.

Kemunculan orang nomor satu dijajaran Kodim di tengah-tengah petani di Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Senin, 20 Maret 2017, untuk memastikan harga gabah tidak meleset dari harga pokok penjualan (HPP) sebasar Rp3.700 per kilogram. "Jika ditemukan pengusaha membeli dengan harga di bawah standar HPP, saya minta petani langsung melapor ke saya," ujar dia.

Kembali Ia menegaskan, kepada petani, mitra pengusaha dan para pihak pembeli bahwa harga gabah tidak boleh turun dari angka HPP. "Petani harus kita selamatkan karena mereka penyokong ketahanan pangan," tutur Arief.

Hasil pantauannya menunjukan harga gabah saat ini masih stabil sesuai standar HPP. Kendati demikian, ada sedikit persoalan dimana dengan harga standar HPP, petani harus menyediakan sendiri karung padinya.

Sementara jika karungnya disediakan penguasaha, maka harga turun menjadi Rp3.650 per kilogram.
Persoalan itu kata Arief, pihaknya berencana membangun komitmen dengan mitra usaha, dimana karung dari mitra usaha pun harga padi harus tetap Rp3.700 per kilogram. "Kasihan petani, kita harus bantu. Bila perlu selamatkan karena mereka penyokong utama ketahanan pangan," katanya.

Di luar masalah pengontrolan harga, Dandim juga memastikan bahwa alat penimbang yang dipakai oleh pengusaha harus dikalibrasi oleh pemerintah agar petani tidak dirugikan dalam hal timbangan. "Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Bulog, dan Dinas Pertanian harus berkoordinasi soal itu," saran dia.

Menurutnya, masalah timbangan cukup serius karena salah satu aspek yang dapat merugikan petani. Oleh sebab itu katanya, harus mendapatkan kalibrasi pemerintah supaya pengusaha tidak meraup keuntungan yang salah. "Apakah timbangan itu manual atau elektrik, tidak masalah asal dikalibrasi," ujarnya.

Semangat Dandim dalam melindungi petani mendapat respon positif dari Dinas Pertanian. Untuk menindaklanjutinya, dia menggagas rapat koordinasi demi tecapainya persamaan persepsi pada hari Kamis minggu ini. “Hari Kamis nanti kita akan buat komitmen. Soal harga dan kalibrasi itu, kita satukan persepsi. Intinya tidak ada yang dirugikan terhadap para pihak," katanya.

Dia menambahkan bahwa mitra dimaksud yaitu mitra lokal daerah Dompu, sedangkan penunjukannya menjadi kewenangan Bulog.

[yani]

Related

Ragam 3987868133942383123

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item