Mesin Rusak di Tengah Laut, Kapal Surabaya-NTT ini "Nyangkut" di Pelabuhan Bima

KM Mulia Utama yang gagal berlayar ke NTT karena mesin rusak. [mrs] AKTUALITA.INFO , Kota Bima – Kapal motor (KM) Mila Utama yang ber...

KM Mulia Utama yang gagal berlayar ke NTT karena mesin rusak. [mrs]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Kapal motor (KM) Mila Utama yang berlayar dari pelabuhan Surabaya tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan mesin (treable enziene) saat melintas di wilayah perairan Sulawesi (sekitar kepulauan Sailus), tepatnya pada 36 Notik Mil Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kerusakan mesin kapal yang dinakhodai Musnawi Khairudin terjadi Jumat dini hari, 3 Februari 2017 sekitar pukul 03.00 Wita. Saat ini, kapal tersebut tertahan dan berlabuh sementara di Pelabuhan Bima.

Kepala Satuan Pol Air Polres Bima Kota, IPDA Suhermansyah menjelasakan KM Mila Utama berlayar dari Pelabuhan Surabaya, Senin, 31 Januari 2017, pukul 10.00 Wita. Tujuannya Pelabuahan Bajo dan Pelabuhan Ende, NTT.

Sat Pol Air dan Tim SAR Bima saat menyarankan nakhoda.
Kapal tersebut mengangkut penumpang sebanyak 145 orang dan 39 anak buah kapal (ABK). Selain itu, mengangkut 105 unit kendaran meliputi truk besar, truk sedang, dan sepeda motor. “Dalam perjalanannya, mesin kapal rusak di wilayah dekat kepulauan Sailus, 36 NM Notikel Mil pelabuhan Bima,” kata Suhermansyah pada Aktualita.info di Pelabuhan Bima, Jumat, 3 Februari 2017.

Lanjut dia, nakhoda kapal langsung mengambil sikap untuk menghubungi pelabuan terdekat, yaitu Pelabuhan Bima untuk meminta bantuan. “Saat itu kapten kapal menghubungi SAR Bima dan Pol Air Bima,” ujarnya.

SAR Pol Air Bima dan Sat SAR Bima langsung menuju lokasi kapal tersebut sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah tiba di lokasi dan bertemu kapten kapal, nakhoda kapal diarahkan memasuki teluk Bima. Awalnya nakhoda enggan memasuki teluk Bima dengan alasan takut kapal karam, karena teluk Bima dangkal ditambah cuaca buruk.

“Tapi kami terus menyarankan agar segera masuk ke teluk Bima karana situasi cuaca buruk dan ketinggian gelombang 2 meter. Nakhoda kapal pun memutuskan masuk ke teluk Bima di kawal oleh Sat Pol Air dan Sat SAR Bima,” tutur Suhermansyah.

Saat ini penumpang berserta awak kapal masih barada dalam kapal di sekitar Pelabuhan Bima. Kapal Mila Utama belum bisa sandar di dermaga setempat. Rencananya penumpang akan dievakusai menunggu pimpinan perusahan kapal dari Labuhan Bajo.

[mrs]

Related

Ragam 2363303961446599119

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item