Demo Kasus Dugaan Korupsi di Kejari Dompu, HMI dan Polisi Tegang

Suasana saat HMI dan Polisi bersitegang di depan Kejaksaan Negeri Dompu. [yani] AKTUALITA.INFO , Dompu - Puluhan anggota Himpunan Mah...

Suasana saat HMI dan Polisi bersitegang di depan Kejaksaan Negeri Dompu. [yani]

AKTUALITA.INFO, Dompu - Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, Rabu, 9 November 2016, kembali berunjukrasa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Nusa Tenggara Barat. Mereka mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi pada event Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 yang menelan anggaran negara tidak kurang dari Rp5 miliar, dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Aksi HMI sempat ricuh ketika mereka meminta Kajari Hasan Kurnia untuk menemui mereka dan berdialog. Namun Kajari yang ditunggu tidak juga menemui HMI.

Ketegangan terjadi ketika salah satu anggota HMI memukul pintu gerbang kantor Kejaksaan, sehingga memicu kemarahan aparat Kepolisian yang melakukan pengamanan. Pemukulan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas ketidak hadiran Kajari untuk bertemu HMI.

Karena dalam orasinya, HMI mendesak Kajari untuk menemui mereka dan memberikan keterangan tegas perihal materi aksi yang diperjuangkan. Bahkan mereka mengancam akan membangun tenda perjuangan kalau Kajari tidak mau menemui mereka.

Adu mulut dengan aparat pun tak terhindarkan sehingga seketika membuat suasana semakin tegang di bawah terik matahari. Untung saja ketegangan cepat berakhir.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan, ternyata Kajari yang dipaksa untuk menemui  HMI tidak ada di kantor. Kajari diinformasikan sedang ke luar daerah.

Koordinator aksi Slamet Abdi Sentosa dalam orasinya mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi TMD sudah dua tahun berjalan proses penyelidikannya. Namun pihak Kejaksaan belum juga memberikan kepastian atas proses yang sudah dilakukan.

Menurutnya, event TMD yang menyedot anggaran negara miliaran rupiah diduga kuat diselengwengkan oleh beberapa pejabat. HMI menuntut Kajari Hasan Kurnia untuk menegakkan supremasi hukum dan memberikan kepastian hukum atas dugaan korupsi TMD, mengingat Inspektorat Kabupaten Dompu sudah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). “Karena itu kasus ini harus dituntaskan,” katanya.

Selain kasus TMD yang disorot, kasus dugaan korupsi pengelolaan ADD pun menjadi perhatian HMI untuk dituntaskan. Karena informasinya 36 desa kasus korupsi ADD laporannya masuk ke Kejaksaan. "Kajari jangan main-main dengan kasus TMD dan ADD," teriak Bedel, panggilan akrab Slamet Abdi Sentosa.

Kembali Bedel menyoroti kinerja Kajari yang dinilai lamban. Dirinya pun mengingatkan Kajari untuk mundur dari jabatan jika tidak mampu menyelesaikan tugas atau mandat yang diberikan oleh negara.

[yani]

Related

Hukrim 4754504647882331816

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item