Difitnah Berseberangan, Ori Bari Ngaku Tetap Jadi Ketua PDIP Dompu

AKTUALITA.INFO , Dompu - Polemik penonaktifan Imansyah Subari sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuang...

AKTUALITA.INFO, Dompu - Polemik penonaktifan Imansyah Subari sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai terjawab.

Imansyah Subari (Ori Bari)
Ori Bari sapaan Imansyah Subari, membenarkan bahwa dirinya pernah diajukan oleh DPD PDIP Provinsi NTB ke DPP PDIP untuk dinonaktifkan sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Dompu, karena dianggap berseberangan. Namun katanya, sampai saat ini belum melihat surat pengajuan itu. "Kalau benar dinonaktifkan, bukan berarti saya telah berhenti," ujarnya di Dompu, Senin (31/10/2016).

Surat penonaktifan sebagai ketua DPC Dompu, lanjutnya, berdasarkan informasi dari pemberitaan media massa. Diakuinya pernyataan penonaktifan dirinya oleh DPD dilontarkan dalam forum rapat kerja, namun prosedurnya salah karena tidak diatur dalam aturan partai.

Polemik penonaktifan dirinya dinilai bias dan hanya muncul di media massa. "Ini bias, muncul di media massa bahwa saya dinonaktifkan. Dasar penonaktifan belum jelas, hanya opini yang berkembang. Tidak ada penonaktifan sampai hari ini," klaim Ori Bari.

Menurutnya isu penonaktifan adalah irama yang dimainkan oleh orang-orang di internal partai, yang tidak paham dengan aturan. “Orang-orang itu salah memaknai aturan partai, dan itu yang sedikit membuat guncang,” tandasnya.

Jika seandainya dinilai melanggar dan berbuat dosa terhadap partai, harusnya ada surat teguran sebagaimana mekanisme partai. Faktanya sampai hari ini, kata Ori Bari, dalam bentuk surat teguran atau surat apapun itu tidak pernah ada.

Kembali dia membenarkan bahwa DPD sudah mengajukan surat pernyataan dan penonaktifan, namun DPP tidak menindak lanjutinya. "Memang benar berdasarkan keterangan lisan oleh unsur DPD tentang penonaktifan itu, namun lagi-lagi saya mengetahuinya dari berita salahsatu koran regional. Belum saya lihat surat nya," Ori Bari menegaskan.

Diceritakannya, dasar penonaktifan dinyatakan oleh DPD bahwa dirinya ikut terlibat mendukung salahsatu pasangan calon Bupati Dompu lain pada Pilkada lalu. Tidak mendukung pasangan yang diusung oleh PDIP. "Itu fitnah yang diberikan ke saya, karena sampai hari ini saya tetap melawan pasangan itu," ungkap Ori Bari.

Lanjut dia, ada yang memberikan masukan negatif ke ketua DPD, sehingga dirinya dijadikan barang bukti ketika bersalaman dengan salahsatu calon Wakil Bupati yang tidak diusung PDIP dalam sebuah acara keluarga. Perihal masalah itu Ori Bari akui pernah dipanggil ke DPP, namun kelanjutannya sedang menunggu perubahan jadwal untuk klarifikasi. "Sampai hari ini jadwal belum ada, namun undangan sudah ada," ucap dia.

Menjelang pelaksanaan Pilkada, diceritakan Ori Bari bahwa DPP pernah mengirim tim untuk menelusuri informasi dan mengevaluasi lapangan. Hasilnya, antara sikap DPD dengan hasil kesimpulan tim pusat bertolak belakang. "Yang jelas hasil penelusuran tim tidak terbukti bahwa saya bersalah," akunya.

Lebih jauh Ori Bari memaparkan perihal munculnya Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Kabupaten Dompu. Dia membantah bahwa Plt adalah isu sekaligus fitnah. "Plt selama ini adalah fitnah. Seorang pengurus dari DPD (menyebut namanya) bukan Plt, karena sampai detik ini dia tidak bisa menunjukan SK nya. Itukan gaya-gaya dia sendiri. Kalau hari ini dia tunjukan SK, maka hari ini saya perdatakan dia," jelasnya.

Ori Bari menambahkan bahwa dirinya tidak ada hirarki atasan dan bawahan dengan DPD, karena sama-sama di SK-kan oleh DPP. Hanya saja dibedakan wilayah tugas. "DPD tidak bisa memecat saya," pungkas Ori Bari.

[yani]

Related

Politik 9090812396980151300

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Recent

Comments

item