Pembongkaran Rumah Warga Bantaran Sungai Padolo Gagal, Tim Percepatan Relokasi Alihkan ke Pemindahan Barang dan Perabot

  PLT Kalak BPBD Kota Bima, Soekarno, menjelaskan terkait proses pemindahan warga bantaran sungai Padolo ke perumahan relokasi Kadole . Aktu...

 

PLT Kalak BPBD Kota Bima, Soekarno, menjelaskan terkait proses pemindahan warga bantaran sungai Padolo ke perumahan relokasi Kadole.
Aktualita, Kota Bima - Tim percepatan relokasi masyarakat dan penataan sempadan sungai Kota Bima, Senin, 7 November 2022, mulai membongkar rumah di sekitar bantaran Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Akan tetapi, kegiatan pembongkaran yang sudah direncanakan pada rapat koordinasi pekan lalu itu gagal dilaksanakan. Tim mengalihkan pada kegiatan pemindahan barang dan perabot milik warga saja.

Mengawali kegiatan guna menyongsong proyek peningkatan kapasitas sungai yang akan direalisasi pada tahun 2023 oleh pihak Japan Interational Corporation Agency (JICA) tersebut, tim yang dikoordinir oleh PLT Kalak BPBD Kota Bima berkumpul di Kantor Kelurahan Dara pukul 09.30 Wita. 

"Pemerintah Kota Bima hari ini akan melakukan pemindahan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai," kata PLT Kalak BPBD Kota Bima, Soekarno.

Ia menuturkan, Pemkot secara perlahan mengurangi banjir di Kota Bima dengan memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai. Khusus bagi warga yang telah memiliki rumah pengganti di Perumahan Kadole yang telah disediakan oleh Pemkot Bima.

"Kita hanya memfasilitasi warga yang sudah memiliki rumah yang disediakan Pemkot sebagai gantinya di Kadole. Sebenarnya warga sendiri yang pindah, tapi kita bantu menyediakan transportasi ke perumahan Kadole," jelasnya.

Soekarno menegaskan, kegiatan ini bukan pembongkaran rumah warga. Melainkan pemindahan tempat tinggal khusus bagi warga yang telah mendapatkan rumah di Kadole.

"Warga tersebut sebenarnya sudah ada beberapa diantaranya yang sudah tinggal di Perumahan Kadole, tapi mereka kembali lagi ke rumahnya di bantaran sungai," tutur Staf Ahli Wali Kota Bima ini.

"Kita akan memulai pekerjaan kita hari ini dengan do'a mengharapkan keridhoan Allah SWT agar kegiatan kita lancar, tutup Soekarno.

Sementara, Lurah Dara Nurkomala mengatakan tim percepatan relokasi masyarakat dan penataan sempadan sungai Kota Bima tidak jadi membongkar rumah warga. Hanya memindahkan warga yang telah menyatakan kesediaan direlokasi. "Tidak jadi pembongkaran," ujarnya singkat.

Tim percepatan relokasi masyarakat dan penataan sempadan sungai Kota Bima yang turun saat itu terdiri dari personil gabungan OPD lingkup Pemkot Bima. Diantaranya BPBD, Satpol PP, Dishub, Bakesbangpol, Inspektorat dan Bagian Umum Setda, Camat Rasbar dan Lurah. Kegiatan dimonitor Babinsa dan Bhabinkamtibmas kelurahan se-Kecamatan Rasanae Barat.

Sementara itu, Sekda Mukhtar Landa selaku Ketua Tim tidak terlihat di lokasi. Demikian juga Wali Kota Bima HM Lutfi, tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Pantauan aktualita.info, sejumlah warga di bantaran sungai RT 01 RW 01 Kelurahan Dara, membongkar sendiri atap dan dinding rumah. Mereka mengumpulkan kembali sisa material bangunan yang masih layak dipakai, seperti seng, kusen, jendela dan pintu.

[akt.01]

Related

Pemerintahan 8245145513273679899

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Comments

Recent

item