Demonstrasi di Kantor Pemkot Bima : Mahasiswa dan Polisi Bentrok, Tiga Orang Terluka

  Suasana bentrokan massa EK LMND dan petugas di depan kantor Pemkot Bima. Aktualita, Kota Bima - Bentrokan mahasiswa dengan polisi dan Satp...

 

Suasana bentrokan massa EK LMND dan petugas di depan kantor Pemkot Bima.
Aktualita, Kota Bima - Bentrokan mahasiswa dengan polisi dan Satpol PP terjadi dalam aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kota Bima, Selasa, 8 November 2022. 

Sedikitnya tiga mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Kota Bima, terluka dalam bentrokan tersebut. Satu diantaranya dilarikan ke RSUD Bima dengan mobil Binmas Polres Bima Kota.

Pantauan aktualita.info, awalnya aksi massa LMND Kota Bima berjalan normal. Di depan pintu gerbang kantor Pemkot Bima, massa EK LMND Kota Bima yang dikoordinir Dedi Wahyudin melakukan orasi di tengah penjagaan ketat personil Polres Bima Kota dan Satpol PP.

"Kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menuntaskan kasus duggan korupsi dana hibah rehab rekon bencana banjir tahun 2016," pinta Dedi dengan pengeras suara. 

Massa EK LMND juga mendesak Pemkot Bima untuk mencabut ijin tempat hiburan malam yang diberi ijin usaha makan dan minum, tapi menjual Miras, tempat transaksi narkotika dan kegiatan prostitusi.

Selain itu, massa EK LMND menginginkan agar produk lokal masuk di ritel Alfamart untuk meningkatkan UMKM Kota Bima. 

"Problem yang terjadi di Kota Bima kian hari semakin terpuruk," tandas Dedi.

Setelah menyampaikan orasi, massa EK LMND meminta Wali Kota Bima untuk hadir memberikan tanggapan di depan mereka. Namun, tidak mendapat respons karena wali kota sedang berada di luar daerah.

Massa EK LMND emosi dan memaksa masuk dalam Kantor Pemkot Bima yang dijaga ketat petugas. Aksi saling dorong pun terjadi.

Massa EK LMND terus memaksa masuk. Mereka menerobos penjagaan, merusak pagar pintu gerbang kantor setempat dan membakar ban bekas. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Asisten I Setda Kota Bima, Abdul Gawis, mencoba memenuhi keinginan massa aksi untuk menyampaikan tanggapan. Namun, tidak diterima dan bahkan diusir massa EK LMND. "Asisten satu itu tidak berkapasitas, kami hanya ingin ditemui oleh wali kota," tukas Dedi.

Tidak lama, massa aksi kembali bentrok dengan petugas karena terus memaksa masuk ke dalam kantor Pemkot Bima. Bentrokan kali ini berakibat sejumlah mahasiswa terluka. Demikian juga dari pihak kepolisian, beberapa diantaranya mengalami luka memar.

Korlap aksi yang berhasil ditemui usai unjukrasa mengaku, EK LMND Kota Bima menggelar aksi demonstrasi meminta penjelasan dari Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi atas korupsi yang sedang dilidik oleh KPK. 

"Seharusnya tuntutan EK-LMND terkait kasus korupsi yang sedang dilidik KPK saat ini dijelaskan langsung oleh Wali Kota Bima sendiri. Karena wali kota itu pengambil kebijakan, bukan asisten satu," katanya.

Sementara, pihak kepolisian memastikan tidak ada anggota EK LMND Kota Bima yang diamankan. Terkait bentrokan, diakui sebagai dinamika yang biasa terjadi dalam aksi unjukrasa. 

"Rasa humanisme tetap dikedepankan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi," ujar Kasi Humas Polres Bima Kota, IPTU Jufrin, yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler.


[akt.01]

Related

Hukrim 5575913237577288828

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

Comments

Recent

item