Unjukrasa di DPRD Kabupaten Bima, KKPMS Minta Dewan Atensi Sejumlah Persoalan di Sape

KKPMS saat unjukrasa di DPRD Kabupaten Bima. Aktualita, Bima - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Pelajar dan Mahasi...

KKPMS saat unjukrasa di DPRD Kabupaten Bima.

Aktualita, Bima - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Sape (KKPMS) Kabupaten Bima, menggelar unjukrasa di DPRD Kabupaten Bima, Kamis, 9 Juni 2022. Mereka menyorot masalah pencemaran lingkungan hidup, infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan kamtibmas di wilayah Kecamatan Sape.

Korlap aksi, Supriadin, mengatakan, terjadi pencemaran lingkungan hidup oleh perusahaan tambak udang yang berada di desa Poja Kecamatan Sape. Ia meminta anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil V untuk memanggil perusahaan tersebut karena telah merusak ekosistem laut.

Terkait infrastruktur, Supriadin mendesak legislatif agar segera bersurat kepada eksekutif untuk memperbaiki jalan lintas Sangia yang ada di Desa Na'e, jalan Depan Sekolah SMA PGRI Sape Desa Naru, dan lampu jalan sepanjang Desa Bugis-irigasi.

"Kami juga meminta agar dapat memperhatikan kondisi Infrastruktur yang berada di Desa Poja," tandasnya.

Tuntutan lainnya yakni, penambahan tenaga medis di Puskesmas Sape, dan mengaktifkan kembali Pos Polisi di Desa Lamere.

"Kami juga minta anggota dewan dari Dapil V untuk segera stabilkan kelangkaan pupuk dan kontrol ulah pengecer nakal di wilayal Sape," pungkasnya.

Usai melakukan orasi di depan gedung DPRD, KKPMS audensi dengan 4 anggota dewan di ruangan rapat khusus DPRD setempat. Yakni, Suryadin, Ma'ruf Yasin, Zulkarnain, dan Kurniawan.

"Saat ini kami sudah membahas dengan pihak terkait tentang permasalahan tambak udang si Sape," kata anggota dewan, Ma'aruf, saat audensi.

Dia menuturkan, banyak dinas yang terlibat dalam urusan tambak udang teraebut. Soal ijin merupakan kewenangan pihak pemerintah provinsi.

"Tapi, dewan akan tetap melakukan pengawasan dan memeriksa dinas-dinas yang terlibat dalam permasalahan tambak yang beroperasi di wilayah Sape," tandasnya.

Anggota dewan lainnya, Zulkarnain menjelaskan soal kelangkaan pupuk tanaman pertanian. Dalam waktu yang tidak lama, pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk mengelarifikasi dan mencari solusi akan hal itu. "Nanti kami akan menyampaikan hasilnya terhadap KKPMS Bima," ujarnya.

Mengenai penambahan tenaga medis, Zulkarnain mengaku, pihaknya sudah melaksanakan rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Hasilnya, usulan pertama yang dewan sampaikan adalah peningkatan jumlah tenaga medis di Puskesmas Sape.

Menurut Kepala Dikes, kata dia, tahun ini pegawai PKM sudah ditingkatkan statusnya dari sukarela menjadi pegawai penunjang utama sebanyak 25 orang untuk periode pertama.  

"Kemudian ada tuntutan pihak DPRD yang sangat krusial bahwa Puskesmas Sape hendaknya ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Pratama," pungkas Zulkarnain.

Usai mendengar pendengar penjelasan dewan, KKPMS membubarkan diri dengan tertib. Aksi unjukrasa KKPMS dilakukan pengamanan ketat oleh aparat Kepolisian Resor Bima Kota.

[akt.03]

Related

Ragam 6082891896368862362

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

PENDAFTARAN PPK

SELAMAT IDUL FITRI 1445 H

Comments

Recent

HUT 22 TAHUN KOTA BIMA

item