Polisi Jaga 6 Gereja di Donggo, Amankan Ibadah Umat Kristiani

Kasubbag Huma Polres Bima Kota AKP Hanafi (tengah) bersama personel Polsek menjaga Gereja saat berlangsungnya ibadah Minggu pagi. [akt/ist...

Kasubbag Huma Polres Bima Kota AKP Hanafi (tengah) bersama personel Polsek menjaga Gereja saat berlangsungnya ibadah Minggu pagi. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, BIMA - Kapolsek Donggo Polres Bima AKP Sukarmin dan anggota melaksanakan giat pengamanan (Pam) gereja, Minggu (2/2). Pam tersebut, untuk menjamin situasi keamanan dan kenyamanan umat kristiani yang melaksanakan ibadah Minggu pagi.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo SIK melalui Kasubbag Humas AKP Hanafi mengatakan, Pam di Gereja Katolik maupun Gereja Protestan di kecamatan setempat, untuk mengantisipasi kemungkinan dampak dari peristiwa pengerusakan Balai Pertemuan Umat Islam A-Hidayah.

Peristiwa itu, kata dia, terjadi di Perum Agape Ds Tumaluntung Jaga XV, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (29/1) lalu. “Personel Polsek Donggo melaksanakan Pam pukul 08.00 Wita sampai selesai. Untuk menjaga situasi keamanan dan memberikan rasa aman terhadap jemaat nasrani di Donggo,” jelasnya, Minggu (2/2).

Hanafi menegaskan, Pam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Polres Bima kepada umat kristiani guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam melakukan ibadah. Serta agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan, dilaksanakan tanpa adanya kekhawatir dan rasa takut.

Menurutnya, kejadian yang terjadi di daerah Minahasa Sulawesi Utara bukan pengerusakan masjid dan mushala, seperti yang beredar di media sosial. Melainkan tempat atau balai pertemuan umat Islam. “Masalah tersebut telah ditangani oleh aparat baik Polri, TNI maupun pemerintah. Sehingga situasi di Minahasa sudah aman dan kondusif,” bebernya.

Hanafi mengimbau masyarakat untuk menjaga Bima tetap aman kondusif. Dia juga mengajak agar menjaga tolerasni dan kerukunan antar umat beragama. Saling hormat menghormati sesama pemeluk agama, dan jangan mudah terhasut dengan informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama melalui Medsos. “Dan percayakan kepada pihak Kepolisian, TNI dan pemerintah apabila ada suatu permasalahan yang terjadi,” pintanya.

Hanafi menyebut, Pam pertama dilakukan di Gereja Katolik Santo Paulus, Desa Mbawa. Di gereja tersebut berlangsung ibadah rohani yang diikuti sekitar 200 jemaat katolik, dipimpin Suster Yohana.

Kemudian Pam kedua, lanjut dia, dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Petrus, Dusun Nggeru Kopa, Desa Palama dengan 30 jemaat. Ibadah dipimpin Kaltekis Gereja Andreas Passa.

Selanjutnya, Pam di Gereja Katolik Santo Yohanes Maria Vianey, Dusun Tolonggeru Desa Mbawa dengan 150 jemaat. ibadah rohani dipimpin Romo Agustinus Wayan.

Personel Polsek juga melaksanakan Pam Gereja Protestan Kemah Injil di Dusun Sangari Desa Mbawa. Dengan jemaat sekitar 40 orang, dipimpin Pdt Yohanes Jafar.

Kemudian, Gereja Protestan Kemah Injil di Dusun Tolonggeru Desa Mbawa dengan 20 orang jemaat yang melaksanakan ibadah, dipimpin Ibu Veronicha. “Dan terakhir Pam di Gereja Protestan Gemit Imanuel di Dusun Nggerukopa, Desa Palama. Dengan jumlah umat sekitar 50 orang, dipimpin Pdt Sam Latunussa,” sebut Hanafi.

[akt.03]

Related

Hukrim 6784672574931847139

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item