465 Kasus Gigitan Anjing di Bima, 33 Positif Rabies

AKTUALITA.INFO , BIMA-Hingga saat ini Kabupaten Bima masih menetapkan status keadaan luar biasa (KLB) dari penyakit rabies. Status KLB peny...

AKTUALITA.INFO, BIMA-Hingga saat ini Kabupaten Bima masih menetapkan status keadaan luar biasa (KLB) dari penyakit rabies. Status KLB penyakit yang disebabkan gigitan anjing liar tersebut, ditetapkan sejak Maret 2019 lalu. 

ilustrasi
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bima Drh Joko Agus Guyanto mengungkapkan, hampir semua kecamatan di Kabupaten Bima terjadi kasus gigitan anjing liar. Dinyatakan, tujuh kecamatan dengan korban positif rabies yakni Kecamatan Sanggar, Parado, Soromandi, Madapangga, Donggo dan Wawo.

“Tujuh kecamatan ini artinya setelah diambil sampel korban dan dibawa uji lab ke Denpasar Bali,” jelas Joko saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (3/12).

Dia menyebutkan, hingga saat ini telah terjadi 465 kasus gigitan anjing liar di Kabupaten Bima. Dari sejumlah itu, yang positif rabies 33 kasus. “Kalau kasus gigitan hampir seluruh kecamatan. Tapi gigitan anjing tidak semua positif rabies,” katanya.

Joko mengatakan, tidak ada korban meninggal dari sekian banyak kasus gigitan anjing maupun dari yang dinyatakan positif rabies tersebut. Semua korban gigitan anjing dapat sembuh setelah langsung ditangani secara medis. “Korban gigitan anjing kebanyakan anak-anak,” tandasnya.

Diakuinya, penyakit rabies ini penularan dari Dompu. Secara historis kata dia, Bima bebas dari penyakit rabies. “Dulu kita bebas rabies, karena dulu daerah kita jarang pelihara anjing,” ujarnya.

Joko menuturkan selama status KLB penyakit rabies, Dinas Peternakan bekerjasama dengan sejumlah pihak lainnya tetap melakukan vaksinasi dan eliminasi anjing liar. Ditambah program KIE, yakni komunikasi, informasi dan edukasi terhadap masyarakat terkait penyakit rabies. “Kemarin sekitar 13 ribu anjing yang kita vaksinasi,” sebutnya.

Dia mengaku sedikit kesulitan melakukan vaksinasi anjing. Kata dia, pemelihara anjing kerap menyembunyikan binatang peliharaannya itu, karena dianggap bahwa dengan vaksinasi akan mebunuh anjing.

Joko mengimbau bagi pemelihara anjing, agar memeliharanya dengan baik. Diikat, divaksinasi dan diberi makan secara teratur sehingga terhindar dari penyakit rabies. “Jangan bawa masuk anjing dari luar karena berpotensi rabies,” sarannya.

Dia juga menyarankan apabila terkena gigitan anjing, segera disiram dengan air mengalir dan sabun. Setelah itu, segera ke Puskesmas untuk penanganan medis.

Joko menambahkan, saat ini populasi anjing di Kabupaten Bima 160 ribu ekor. Jumlah itu berdasarkan hasil survai pihaknya bekerjasam dengan pemerintah provinsi.

“Kami minta partisipasi masyarakat untuk eliminasi anjing liar supaya terbebas dari penyakit rabies,” pintanya.

Baca juga: Tujuh Warga Wawo Digigit Anjing Liar, 4 Korban Masih Anak-anak

[akt.02]

Related

Pemerintahan 2806970722277071686

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item