Bedah Buku 'Akulah Istri Teroris', Wakapolda NTB Ungkap Konsep Teror Sebenarnya

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Tajudin, MH menyampaikan pandangannya soal teroris dalam acara bedah buku 'Akulah Istri Teroris'. [ak...

Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Tajudin, MH menyampaikan pandangannya soal teroris dalam acara bedah buku 'Akulah Istri Teroris'. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, Mataram – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) NTB, Komisaris Besar Polisi Drs. Tajudin, MH., mengungkapkan secara sederhana bagaimana konsep teror yang sebenarnya. Menurutnya, teror merupakan tindakan yang dilakukan untuk menakut-nakuti orang lain.

"Ciri seseorang yang dapat berbuat radikal dan teror salah satunya adalah suka menyendiri atau menjauh dari pergaulan sosial. Namun yang patut disayangkan adalah, labelisasi teroris nyaris selalu dilekatkan pada agama tertentu, yang ini tentu saja tidak fair," kata Wakapolda NTB pada kegiatan Bedah Buku/Novel ‘Akulah Istri Teroris’ karangan Abidah Elhalieqy. Kegiatan ini bertempat di aula UNU NTB, Kamis, 24 Mei 2018.
Narasumber Kegiatan tersebut adalah Prof.Dr.TGH. Masnun, MA (Rais Suriah PWNU/WR III UIN Mataram), Kombes Pol. Drs. Tajudin, MH (Wakapolda NTB), dan Narasumber utama adalah Abidah Elhalieqy (Penulis Novel Akulah istri Teroris) Kegiatan dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Lebih jauh Kombes Pol Tajudin mengatakan kondisi Negara Indonesia saat ini sangatlah berbeda. Hal ini terlihat pada terjadinya penurunan wawasan kebangsaan generasi muda. "Di samping itu, terdapat sekelompok masyarakat yang tidak mau menerima perbedaan, memiliki rasa egoisme yang tinggi dan merasa kelompoknyalah yang paling benar," ujarnya.

Menyinggung terkait Rancangan UU Terorisme, Wakapolda menyatakan bahwa RUU terorisme ini perlu untuk segera disahkan karena terorisme harus dikawal dari hulu bukan dari hilir dan tentunya yang akan diberantas adalah para pelaku pelanggar hukum.

"Kinerja Kepolisian selama ini sama seperti pemadam kebakaran, bertindak setelah kebakaran terjadi. Kedua hal ini tidak bisa disamakan, tindakan teror apapun bentuknya harus dicegah sedini mungkin," jelasnya.

Saat pemerintah suatu negara bertindak represif, menciptakan ketidak-adilan pada masyarakat muslim dan banyak tersebar fitnah, maka seharusnya kita bertindak, demi mewujudkan ketertiban bersama.

Sementara, Prof. Dr. TGH. Masnun, MA., melihat dari sudut pandang keilmuannya yakni Hukum Keluarga, yang mana seorang perempuan bisa menjadi istri teroris adalah sebuah pilihan. "Bisa jadi karena kurangnya pemahaman dalam ilmu agama, faktor ekonomi dan beberapa faktor lainnya," katanya

Menurut Prof Masnun, seorang istri teroris belum tentu langsung ikut menjadi teroris, walaupun dalam kaidah agama disebutkan bahwa perempuan adalah pasangan dan mitra dari laki-laki. “Namun kaidah ini tidak boleh dimaknai secara teks saja, namun harus dilihat secara konteks dan dari sudut pandang yang lebih luas," pungkasnya.

[akt-d]

Related

Ragam 2351004990939353021

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item