Kunjungi Bima, Anggota DPD RI Baiq Diyah Sempatkan Diri Sambangi Penderita Kusta

Anggota DPD RI asal Provinsi NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi saat berdialog dengan warga penderita kusta. [akt/ist] AKTUALITA.INFO , ...

Anggota DPD RI asal Provinsi NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi saat berdialog dengan warga penderita kusta. [akt/ist]

AKTUALITA.INFO, Kota Bima – Untuk kesekian kalinya, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H., berkunjung ke Kota Bima untuk melakukan kegiatan sosial bagi masyarakat. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Provinsi Nusa Tenggara Barat ini tiba di Bandara Sultan Muhhammad Salahuddin Bima, Kamis, 22, Februari 2018.

“Ada bebarapa kegiatan yang saya jalani hari ini sampai besok di Kota Bima (Jumat, 23 Februari 2018). Di antaranya bakti sosial di Kecamatan Raba dan hadiri Musyawarah Kerja Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Bima,” ujar Baiq Diyah, panggilan akrab Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, S.H, di depan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Kamis, 22 Februari 2018.

Baiq Diyah di tengah-tengah warga penderita kusta dan keluarganya. 
Sebelum menuju Kota Bima untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Baiq Diyah menyempatkan diri mampir di pemukiman para penderita penyakit kusta, yang terletak di belakang Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Desa Panda, Kecamatan Palibelo.

Di pemukiman puluhan warga penderita kusta ini, merupakan kunjungan pertama Baiq Diyah selama ini. “Oh saya baru tahu ya ada pemukiman penderita kusta. Bagus itu, saya senang dengan kabar ini apalagi mereka adalah bagian dari warga negara yang punya hak untuk diperhatikan,” ucap Baiq Diyah merespon positif ketika diinformasikan ada sejumlah warga penderita kusta di kawasan Desa Panda. Baiq Diyah dan rombongan pun langsung menuju ke lokasi setempat.

Sesampainya di lokasi tersebut, politisi senayan utusan Provinsi Nusa Tenggara Barat tiga periode (2004-2019) ini melihat-lihat kondisi lingkungan dan tempat tinggal para penderita kusta dan keluarganya. Kemudian berinteraksi langsung (dialog) dengan mereka.

Saat itu, Baiq Diyah mendengarkan dan mencatat informasi dan keluh kesah warga penderita kusta. Aspirasi puluhan warga tersebut, diantaranya berharap agar Pemerintah menghibahkan kepada mereka tanah tempat tinggalnya itu. Berharap pemerintah memberdayakan mereka melalui usaha pertanian dan peternakan. Kemudian berharap pemerintah rutin melayani mereka dibidang kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan melalui bantuan berupa Sembako.

“Selain sedih, kita semua juga sangat prihatin dengan kondisi kehidupan mereka ini. Kenapa rumah mereka yang kumuh ini tidak diperbaiki melalui program bedah rumah. Kenapa pekarangan tempat mereka tinggal ini tidak dihibahkan saja. Mereka ini adalah manusia yang wajib hukumnya kita perhatikan,” kata Baiq Diyah.

Pengusaha dan mantan advokat itu kemudian memberikan bantuan uang tunai untuk kebutuhan keluarga pada warga penderita kusta dan keluarganya. “Trimakasih ibu haji sudah datang melihat kami,” ujar Abubakar, seorang warga setempat.

Abubakar (70 thn) merupakan salah satu dari puluhan warga penderita kusta. Kepada sejumlah wartawan, dia berharap banyak pada pemerintah. “Hibahkan tanah ini untuk kami. Biarkan kami hidup dan mati di lokasi ini. Jika suatu waktu kami meninggal di sini, keluarga kami bisa datang mengaji dan berdoa di sini pula,” pintanya.

Abubakar kemudian menjelaskan, para penderita penyakit kusta hampir semuanya sudah sembuh. Namun, kini masih terisisa 6 penderita lagi. Diakuinya, sudah sekitar 40 tahun tingal di wilayah itu, tepatnya sejak zaman masih hidupnya Almarhum Putra H. Abdul Kahir. “Dulu ada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada kami. Alhamdulillah, kami juga kembali normal setelah diobati oleh WHO,” katanya.

Dia mengaku, bantuan berupa beras yang semula 10 kilogram per orang setiap bulan dari Pemerintah menurun menjadi 5 kg per orang per bulan. “Apakah beras bantuan 5 kg per orang per bulan itu mampu mencukupi kebutuhan kami, silahkan dikaji sendiri nak. Maaf tidak bisa berkata apa-apa, kecuali menerima bantuan dari Pemerintah dengan ikhlas,” akunya.

Abubakar dan warga lainnya tidak menafikan adanya bantuan listrik dari pemerintah dan bantuan berupa sembako, selimut, minyak gorek dan mesin pompa air dari pihak di luar pemerintah.

Abubakar menjelaskan, di perkampungan itu hidup puluhan warga yang rata-rata dari keturunan penderita kusta. Namun, sebagian besarnya sudah tidak kembali normal sebagaimana orang lain di wilayah lainnya di Kabupaten Bima.

“Kami hidup berbaur dengan oarng yang tidak lagi menderita kusta. Selama berbaur dengan mereka, tidak ada satupun yang tertular penyakit kusta. Di sudut lokasi ini ada warga normal yang tinggal, mereka juga setiap hari berbaur dengan kami. Kenyataannya, mereka tidak tertular penyakit kusta,” tuturnya.

[aktualita.01]

Related

Sosbud 6638970920621050516

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item