Ketagihan Curi Ayam, Puluhan Pelajar Diperiksa di Kantor Desa

Puluhan pelajar digiring Pemerintah Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima karena diduga mencuri ayam. [syf] AKTUALITA.INFO , Pu...

Puluhan pelajar digiring Pemerintah Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima karena diduga mencuri ayam. [syf]

AKTUALITA.INFO, Puluhan pelajar di Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diperiksa di Kantor Desa setempat, karena diduga melakukan aksi pencurian ayam peliharaan warga.

Aksi pencurian yang melibatkan para pelajar pada salah satu SMP dan SMA ini diketahui setelah dilaporkan oleh pemilik kepada sekelompok pemuda.

Untuk mengungkap sindikat pencurian tersebut, oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna setempat menelusuri kasus yang meresahkan warga tersebut. Alhasil, puluhan pelaku yang dicurigai dipanggil bersama orang tuanya masing-masing, selanjutnya diintrogasi di balai Desa.

Sementara itu, Babikamtimas dari Mapolsek Donggo juga datang mengawal proses pemeriksaan kasus yang melibatka pelajar kelas I SMP hingga kelas III SMA tersebut.

Ketua Karang Taruna Desa Kala, Mahtir mengatakan, para pelajar tersebut melakukan pencurian secara berkelompok dengan total ayam yang dicuri mencapai puluhan ekor dalam tempo yang tidak terlalu lama. "Jumlah pelaku sebanyak 25 orang. Semuanya berstatus pelajar, saat ini sedang kita proses. Total ayam yang dicuri ada puluhan ekor," kata Mahtir, Selasa,  31 Januari 2017.

Ia mengungkapkan, mereka beraksi saat siang hari ketika pemilik ayam tengah sibuk mengurus tanaman di kebun. "Setelah kita melakukan investigasi, ternyata banyak warga yang mengaku kehilangan ternaknya. Bahkan dalam satu pemilik ada yang mengaku 2 sampai 3 ekor ayamnya hilang dicuri. Mereka curiga pelakunya adalah pelajar tersebut," kata Mahtir

Saat diperiksa, para pelaku mengakui perbuatannya. Mereka nekat mencuri berulang kali lantaran ketagihan. "Mirisnya, dari keterangan sebagian pelaku, ayam curian tidak hanya sekedar untuk dimakan, tapi sebagian besar hasil curian dijual untuk membeli rokok dan obat-obat terlarang seperti tramadol," terang Mahtir.

Atas perbuatannya, semua pelaku akan diarak keliling kampung dalam waktu dekat menyusul permintaan warga yang merasa dirugikan. "Warga maunya pelaku diarak agar jera sehingga tidak ditiru oleh yang lainya," ujar Mahtir

Ia menambahkan, saat ini pelaku yang sempat diamankan telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Namun sebelum dilepas, para pelaku dibuatkan surat peranyataan agar kooperatif saat dipanggil untuk diproses selanjutnya. "Mengingat mereka masih sekolah, mereka akhirnya kita lepas. Tapi nanti mereka akan dipanggil lagi ketika mau diarak. Kalau ada yang sengaja tidak datang, kita jemput paksa," tegasnya.

[syf]

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item