Penanganan Gizi Buruk di Bima Gratis, Pemerintah Sudah Anggarkan Rp1 Miliar

Ilustrasi AKTUALITA.INFO , Bima - Penderita gizi buruk di Kabupaten Bima akan ditangani secara gratis. Hal itu sesuai dengan komitmen P...

Ilustrasi
AKTUALITA.INFO, Bima - Penderita gizi buruk di Kabupaten Bima akan ditangani secara gratis. Hal itu sesuai dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk mempercepat penurunan gizi buruk.

“Setiap pasien gizi buruk baik keluarga yang berada maupun tidak (miskin) akan ditangani secara gratis. Kecuali penderita gizi buruk yang dirawat di ruangan VIP A, berarti dia mampu,” kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Tita Masithah MSi, pada aktualita.info di ruangan kerjanya, Rabu (31/8).

Tita Masithah
Tita mengatakan sesuai standar pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), maka akan digratiskan. Misalnya obat dan makanan digratiskan. “Intinya, kalau dirujuk kami yang bayarkan semua administrainya,” ujarnya.

Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di NTB, kata Tita, hanya Kabupaten Bima yang mengalokasi Rp1 miliar dalam APBD untuk penanganan gizi buruk.

Anggaran tersebut langsung dialirkan ke Posyandu untuk kegiatan plus gizi (pemberian makan selama 12 hari) bagi anak-anak yang masih kekurangan gizi, supaya dicegah tidak terjadi gizi buruk. “Setiap bulan ditapis, dilihat kalau terindikasi kekerungan gizi, kemudian akan dirawat di kelas gizi,” jelasnya.

Tita menyebutkan dari tahun 2007 sampai 2013, gizi buruk di Kabupaten Bima mengalami penurunan sekitar 6,2 persen. Sedangkan tahun 2015 kasus gizi buruk sebanyak 29 kasus dan tahun 2016 sebanyak 15 kasus. “Itu berdasarkan data survai sejumlah pihak yang diturunkan sesuai komitmen Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan Bima bebas dari gizi buruk,” katanya.

[Moen]

Related

Pemerintahan 8313228002321893190

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item