Polisi Bekuk Pelaku Begal Motor di Kota Bima

Aktualita.info, KOTA BIMA – Satu dari empat pelaku begal motor yang beroperasi di wilayah Kota Bima, Anton (26 thn), dibekuk tim Buru ...


Aktualita.info, KOTA BIMA – Satu dari empat pelaku begal motor yang beroperasi di wilayah Kota Bima, Anton (26 thn), dibekuk tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Bima Kota dibantu anggota Polsek Rasanae Barat, Rabu 8 Juli 2015. Pelaku dibekuk di kediamannya Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima sekitar pukul 10.00 Wita, berselang empat hari setelah membegal di kawasan gunung raja, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Sabtu malam, 4 Juli 2015. “Pelaku kita amankan bersama barang bukti sepeda motor dan handphone hasil kejahatannya,” kata Kapolsek Rasanae Barat, Kompol Haji Nurdin, di Polsek setempat, Rabu malam.

Pelaku yang kini ditahan di sel tahanan Polsek Rasanae Barat, jelas Nurdin, dibekuk berkat penelusuran tim Buser dari signal handphone milik korban. Handphone hasil kejahatan tersebut, selalu aktif dan dipakai oleh sepupu perempuan pelaku di Desa Laju. “Sepupu pelaku berinisial L ini yang selalu berkomunikasi dengan korban. Dugaannya meminta tebusan kepada korban,” jelas Nurdin.

Singkat cerita, Tim Buser langsung mengamankan L dan S (ibunya L), serta pelaku. Setelah diinterogasi, L dan S mengaku handphone tersebut milik pelaku yang ditemukan dalam saku celana pelaku yang dicuci oleh S. “Setelah dikonfrontir dengan pengakuan L dan ibunya, pelaku pun mengaku handphone itu hasil kejahatannya di gunung raja malam minggu lalu,” ujar Nurdin. "Pelaku ini tinggal di rumah S dan L," ujarnya lagi.

Anton langsung ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran. “Barang bukti sepeda motor Vixion yang diamankan sudah diubah warnanya oleh pelaku, dari hitam ke warna merah,” terang Nurdin.

Nurdin menceritakan kronologis aksi pembegalan yang dilakukan Anton dan tiga rekannya yakni Hamdan alias Bion, Ferdian, dan Usman alias Cibo, yang semuanya merupakan warga Desa Laju. Berdasarkan laporan korban, kejadiannya Sabtu 4 Juli 2015, sekitar pukul 22.30 wita.

Saat itu korban atas nama Lutfi, warga Kota Bima, bersama pacarnya Sri Anariani bermalam minggu di gunung raja. Melihat suasana sepi, empat pelaku menggunakan dua sepeda motor mendatangi korban dan pacarnya, meminta dengan paksa kunci kontak sepeda motor dan handphone korban sambil menodongkan parang dan belati. “Kalian jangan teriak, nanti saya bunuh,” kata Nurdin meniru ancaman pelaku terhadap korban saat itu.

Karena terdesak apalagi di bawah ancaman empat pelaku yang masing-masing memegang parang dan belati, korban tidak berdaya dan menuruti permintaan pelaku. Para pelaku lantas membawa kabur sepeda motor Yamaha Vixion dan Handphone Samsung milik korban ke arah selatan wilayah Kabupaten Bima. “Sebelum kabur, para pelaku sempat menyeret korban ke semak belukar hingga badannya mengalami luka lecet,” terang Nurdin.

[yudha]

Related

Hukrim 6242601722141366053

Posting Komentar Default Comments

Untuk dapat memberikan komentar, Anda harus menggunakan salah satu akun atau profile yang Anda miliki. Bila tidak ada, silahkan pilih sebagai "Anonymous"

emo-but-icon

JADWAL PEMBENTUKAN PANTARLIH

Comments

Recent

item